Sejarah & Masa Depan Hubungan Indonesia-Tunisia: Dari Sukarno Hingga Kini

- Minggu, 16 November 2025 | 02:10 WIB
Sejarah & Masa Depan Hubungan Indonesia-Tunisia: Dari Sukarno Hingga Kini
Hubungan Bilateral Indonesia-Tunisia: Diplomasi Persahabatan dari Masa ke Masa

Diplomasi Persahabatan Indonesia-Tunisia: Warisan Sukarno dan Bourguiba

Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, menegaskan bahwa hubungan bilateral antara Indonesia dan Tunisia memiliki makna yang sangat khusus dan spesial. Keistimewaan ini berakar dari persahabatan erat yang dijalin oleh para pendiri bangsa, yaitu Presiden pertama Indonesia, Sukarno, dengan Presiden Tunisia, Habib Bourguiba.

Pernyataan ini disampaikan oleh Dubes Zuhairi dalam sebuah Kuliah Umum bertajuk Diplomasi Persahabatan Indonesia-Tunisia yang diselenggarakan di Universitas Jandouba. Acara penting ini turut dihadiri oleh Rektor Universitas Jandouba, Hisyam Sibai, beserta jajaran pimpinan universitas, dosen, dan mahasiswa.

Semangat Kaum Muda Memperkokoh Hubungan Bilateral

Dubes Zuhairi menekankan bahwa fakta sejarah persahabatan kedua pemimpin besar tersebut harus menjadi pendorong semangat bagi generasi muda di kedua negara. Tugas kaum muda sekarang adalah meneruskan estafet dengan memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Tunisia.

Kerja sama yang perlu ditingkatkan mencakup berbagai bidang strategis, seperti ekonomi, kebudayaan, pendidikan, pariwisata, dan politik. Dubes Zuhairi mengajak kaum muda untuk meneladani para pendahulu dengan memberikan pengabdian terbaik dan melakukan kerja-kerja besar yang bermanfaat bagi kemaslahatan bersama Indonesia dan Tunisia.

Nasionalisme dan Peran Diplomasi dalam Membangun Peradaban

Lebih lanjut, Dubes Zuhairi menyoroti pentingnya jiwa nasionalisme yang tinggi dan cinta tanah air di kalangan pemuda. Menurutnya, membangun jembatan diplomasi adalah salah satu solusi utama dalam membangun peradaban.

Pengalaman panjang Indonesia dan Tunisia membuktikan bahwa pendekatan diplomasi telah memberikan manfaat yang signifikan bagi kemajuan kedua negara. Diplomasi tidak hanya menyelesaikan masalah, tetapi juga membuka pintu untuk kemitraan yang saling menguntungkan.

Selain kuliah umum, agenda kunjungan juga mencakup pertemuan khusus Dubes Zuhairi dengan pimpinan Universitas Jandouba. Pertemuan ini membahas peluang konkret untuk menjalin kerja sama antara universitas tersebut dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Acara tersebut semakin meriah dengan kehadiran pertunjukan tari-tarian khas Nusantara yang memperkaya dimensi kebudayaan dalam hubungan kedua negara.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar