Beberapa keunggulan fasilitas yang menarik perhatian antara lain ruang kering berkapasitas luas yang melebihi standar biasa, sistem pencucian peralatan makan menggunakan teknologi vakum dengan air panas mengalir untuk sterilisasi maksimal, serta penggunaan tungku berkapasitas besar untuk efisiensi waktu memasak.
Penerapan protokol keamanan pangan juga dilaksanakan secara disiplin, mencakup aturan ketat mengenai kebersihan personal seperti larangan berkuku panjang, kewajiban menggunakan penutup rambut, dan penggunaan sepatu khusus selama berada di area produksi.
Andre Rosiade menegaskan bahwa SPPG Bengkulu ini merupakan contoh terbaik dalam pelaksanaan program MBG nasional. Pengelolaan di bawah DPW IKM Bengkulu pimpinan Adnas Datuk Damuanso Nan Hitam dinilai telah menerapkan standar operasional yang profesional dan berkelanjutan.
Di sisi lain, pengelola SPPG menjelaskan bahwa program ini turut berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja lokal dengan merekrut lulusan SMK setempat, bahkan melibatkan mantan kepala sekolah sebagai bagian dari tim manajemen. Prosedur masuk area produksi menerapkan sistem yang ketat mulai dari ruang ganti pakaian, penggunaan sandal khusus, hingga proses sterilisasi tangan sebelum memasuki zona produksi.
Artikel Terkait
Anggota Kongres Demokrat Desak Pemakzulan Trump Atas Ancaman Militer ke Iran
Balita Terseret Arus Banjir di Ponorogo, Diselamatkan Warga Setelah Terseret 100 Meter
Netanyahu Tegaskan Serangan ke Lebanon Berlanjut, Tawarkan Negosiasi Damai
Dosen Universitas Budi Luhur Dinonaktifkan Usai Dugaan Pelecehan terhadap Mahasiswi