Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka dari Pemerintah
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta menyatakan bahwa siswa SMA Negeri 72 sudah diizinkan untuk kembali mengikuti pembelajaran tatap muka jika mereka bersedia. Keputusan ini diserahkan kepada Dinas Pendidikan setempat setelah sebelumnya proses belajar diminta untuk dilakukan secara daring.
Menurut pernyataannya, sebagian siswa justru menginginkan untuk belajar secara langsung. Proses belajar mengajar tatap muka dapat kembali diadakan karena seluruh data dan barang bukti terkait insiden ledakan telah ditangani secara tuntas oleh kepolisian.
Dampak Ledakan dan Kondisi Korban
Insiden ledakan di sekolah ini terjadi pada hari Jumat lalu, bertepatan dengan saat para siswa sedang melaksanakan Salat Jumat. Berdasarkan data terbaru, tercatat sebanyak 32 korban ledakan masih menjalani perawatan di tiga rumah sakit yang berbeda, yaitu RSI Cempaka Putih, RS Yarsi, dan RS Polri. Sebagian besar dari korban mengalami gangguan pada pendengaran akibat dari ledakan tersebut.
Artikel Terkait
Mudik Gratis Jakarta 2026 Dibuka untuk Warga Non-DKI, Pendaftaran Dikelompokkan Berdasarkan Tujuan
Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Wafat di Jakarta
Mahfud MD: Korupsi dan Pengelolaan Program Pemerintah yang Tidak Profesional Juga Pelanggaran HAM
Garena Rilis Kode Redeem Free Fire Terbaru, Berisi Skin hingga Diamond Gratis