Kemendikdasmen Perkuat 3 Strategi Cegah Bullying Pasca Insiden SMAN 72
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menegaskan insiden ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading menjadi alarm darurat bagi sistem pendidikan Indonesia. Meski motif pelaku masih diselidiki, kasus ini memicu langkah konkret pencegahan kekerasan dan perundungan di sekolah.
3 Langkah Strategis Kemendikdasmen Tangani Kekerasan Sekolah
Pasca insiden tersebut, Kemendikdasmen akan fokus pada tiga strategi utama untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman:
1. Peraturan Menteri tentang Sekolah Aman
Kementerian sedang menyusun Peraturan Menteri khusus yang mengatur standar sekolah aman, termasuk penciptaan suasana belajar bebas dari segala bentuk kekerasan.
2. Transformasi Paradigma Pendidikan
Pendekatan pendidikan akan diubah menuju sistem yang lebih humanis, komprehensif, dan partisipatif. Rencana ini termasuk merekrut siswa sebagai duta anti-kekerasan yang akan mendapat pelatihan khusus.
3. Penguatan Peran Guru dalam Bimbingan Konseling
Seluruh guru, tidak hanya guru BK, akan diperkuat perannya dalam pembinaan siswa. Kebijakan ini didasari peraturan menteri yang mewajibkan semua guru melaksanakan tugas bimbingan konseling.
Peran Guru sebagai Penghubung Sekolah dan Orang Tua
Mu'ti menekankan pentingnya komunikasi antara sekolah dan keluarga. Banyak kasus perundungan berawal dari kurangnya komunikasi antara kedua pihak dan masalah dalam kehidupan keluarga siswa.
"Dengan meningkatkan komunikasi dan pendekatan yang humanis, kami berharap angka perundungan baik yang melibatkan pelaku maupun korban dapat ditekan secara signifikan," pungkas Mu'ti.
Artikel Terkait
AKBP Didik Putra Kuncoro Dipecat Tidak Hormat Usai Jadi Tersangka Narkoba
Pemkab Bone Bahas Pembangunan Pelabuhan Senilai Rp1,7 Triliun di Pesisir Timur
Mahfud MD Nilai Surat BEM UGM ke UNICEF Cerminkan Kegalauan atas Kondisi Pendidikan
AKBP Didik Diberhentikan Tidak Dengan Hormat Usai Tertangkap Narkoba