Mengenal 14 Words Neo-Nazi di Balik Insiden SMAN 72 Jakarta: Fakta dan Tokohnya

- Minggu, 09 November 2025 | 14:36 WIB
Mengenal 14 Words Neo-Nazi di Balik Insiden SMAN 72 Jakarta: Fakta dan Tokohnya

Mengenal "14 Words" dan Tokoh Neo-Nazi di Balik Insiden SMAN 72 Jakarta

Senjata mainan yang dibawa tersangka pelaku peledakan di SMAN 72 Jakarta Utara menjadi sorotan setelah ditemukan tulisan-tulisan terkait ideologi Neo-Nazi. Salah satu yang paling mencolok adalah frasa "14 Words".

Apa Itu "14 Words"?

Frasa "14 Words" merujuk pada slogan rasis yang berbunyi: "Kita harus mengamankan keberadaan orang-orang kita dan masa depan untuk anak-anak kulit putih." Slogan ini diciptakan oleh David Lane, seorang teroris Amerika Serikat yang merupakan anggota kelompok The Order. Lane terlibat dalam berbagai kejahatan termasuk pembunuhan, perampokan, dan pengeboman pada era 1980-an sebelum akhirnya meninggal dalam penjara.

Tanggapan Menko Muhaimin Iskandar (Cak Imin)

Menanggapi temuan ini, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyatakan bahwa analisis mendalam diperlukan. "Wah saya tidak sejauh itu ya menganalisanya, saya kira harus dipelajari lebih dalam ya," ujarnya. Cak Imin juga menegaskan bahwa aparat keamanan tidak akan meremehkan temuan ini, dengan menyebutnya sebagai indikator awal yang serius.

Nama-Nama Neo-Nazi Lainnya yang Ditemukan

Selain "14 Words", senjata mainan tersebut juga memuat nama-nama tokoh yang dikenal sebagai penganut Neo-Nazi:

Brenton Tarrant

Pelaku penembakan Masjid Christchurch di Selandia Baru pada 2019. Tarrant adalah tokoh supremasi kulit putih yang menyiarkan aksinya secara live-stream. Ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atas 51 tuduhan pembunuhan.

Alexander Bissonnette dan Luca Traini

Kedua nama ini juga tercantum dalam senjata mainan tersebut. Mereka dikenal sebagai pelaku aksi teror yang terinspirasi oleh ideologi ekstrem kanan dan Neo-Nazi di berbagai belahan dunia.

Insiden ini mengingatkan akan bahaya penyebaran paham radial dan pentingnya kewaspadaan terhadap simbol-simbol yang dapat mengancam keamanan nasional.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar