Publik kembali diingatkan untuk tidak mudah percaya dengan janji-janji kosong. Seorang bendahara hanya memiliki nota dan stempel tanda lunas, bukan kekuatan nyata untuk melakukan perubahan. Bahkan jika sempat menunjukkan "taring", itu hanyalah ilusi yang akan rontok sebelum sempat menggigit.
Fakta yang perlu disadari adalah kita masih berada dalam rezim oligarki. Mustahil mengharapkan perubahan sistem dari pemimpin yang justru merupakan bagian dari oligarki itu sendiri. Bagaimana mungkin jeruk memakan jeruk?
Mayoritas masyarakat Indonesia tampaknya belum belajar dari pengalaman. Terus menjadi sasaran empuk bagi permainan pencitraan politik. Setelah sepuluh tahun tertipu, masih saja percaya dengan aksi-akrobatik politik yang hanya menyajikan hiburan semata.
Meski seharusnya berada dalam masa hening, namun tangan ini gemas untuk menulis kritik. Hakdesssss...
(Jlitheng Suparman)
Artikel Terkait
Truk Skylift Dinas Perhubungan Gianyar Hangus Terbakar Diduga Akibat Korsleting
Peneliti IPB Kembangkan Pakan Probiotik Antikoksi untuk Dongkrak Produktivitas Ayam
Motor Terbakar di Tengah Perempatan Maros, Keluarga Selamat
Iran Ajukan Prasyarat Keras Jelang Pembicaraan dengan AS di Islamabad