Publik kembali diingatkan untuk tidak mudah percaya dengan janji-janji kosong. Seorang bendahara hanya memiliki nota dan stempel tanda lunas, bukan kekuatan nyata untuk melakukan perubahan. Bahkan jika sempat menunjukkan "taring", itu hanyalah ilusi yang akan rontok sebelum sempat menggigit.
Fakta yang perlu disadari adalah kita masih berada dalam rezim oligarki. Mustahil mengharapkan perubahan sistem dari pemimpin yang justru merupakan bagian dari oligarki itu sendiri. Bagaimana mungkin jeruk memakan jeruk?
Mayoritas masyarakat Indonesia tampaknya belum belajar dari pengalaman. Terus menjadi sasaran empuk bagi permainan pencitraan politik. Setelah sepuluh tahun tertipu, masih saja percaya dengan aksi-akrobatik politik yang hanya menyajikan hiburan semata.
Meski seharusnya berada dalam masa hening, namun tangan ini gemas untuk menulis kritik. Hakdesssss...
(Jlitheng Suparman)
Artikel Terkait
Takbiran Idul Adha Dimulai Sejak Maghrib Malam Raya hingga Ashar 13 Dzulhijjah, Ini Perbedaan Durasi Menurut Mazhab
Mandi Sunah Idul Adha 2026: Niat, Tata Cara, dan Hukumnya Sebelum Salat
Salat Iduladha 1447 H Tingkat Kota Makassar Dipusatkan di Lapangan Karebosi, Pemkot Siapkan Hewan Kurban Bantuan Presiden
Sabar/Reza Lolos ke 16 Besar Singapore Open 2026 Usai Hajar Wakil Tuan Rumah Dua Gim Langsung