Krisis PHK PT Michelin Indonesia: Pekerja Berjuang untuk Keadilan
Ratusan pekerja PT Michelin Indonesia kini menghadapi ketidakpastian akibat rencana Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal. Aksi protes yang digelar oleh Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI) menyoroti tuntutan keadilan bagi karyawan yang telah bertahun-tahun mengabdi.
Suara Hati Pekerja Michelin yang Terancam PHK
Para pekerja, dengan seragam biru tua mereka, berkumpul membawa spanduk bertuliskan "Keadilan, Bukan PHK". Sukardi, seorang operator mesin dengan masa kerja 12 tahun, mengungkapkan kegelisahannya. "Saya belum tidur dua malam. Istri saya tanya, apa besok masih ada kerja? Saya cuma bisa diam," ujarnya, mewakili keresahan ratusan rekan kerjanya.
ASPIRASI Menyuarakan Penolakan terhadap PHK Sepihak
Mirah Sumirat, Presiden ASPIRASI, menegaskan bahwa PHK seharusnya menjadi opsi terakhir. "PHK harusnya jadi opsi terakhir, bukan tamparan sepihak bagi mereka yang membangun pabrik ini," katanya. Mirah menekankan bahwa setiap pekerja adalah tulang punggung keluarga dan bagian vital dari perekonomian Indonesia.
Artikel Terkait
Harga Pertalite dan Solar Resmi Naik, Pemerintah Janjikan Bansos Tambahan
Kucing Savannah: Pesona Eksotis yang Membawa Tantangan
Lansia dan Vaksin COVID-19: Perisai Penting Lawan Gejala Parah
Sri Mulyani Buka Suara: Subsidi BBM Bakal Disesuaikan, Ini Skema Bantalan Sosialnya