Korban Begal Baduy Ditolak Rumah Sakit, Anggota DPR: Tidak Manusiawi!
Seorang pemuda Baduy, Repan, menjadi korban begal di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Kejadian ini menimpa Repan saat ia sedang berjualan madu pada Minggu malam (26/10).
Akibat peristiwa begal tersebut, Repan mengalami luka bacok di lengan kirinya. Ia pun sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.
Penolakan Rumah Sakit karena Tidak Punya KTP
Namun, pihak rumah sakit disebutkan menolak untuk menangani korban begal ini. Alasan penolakan rumah sakit adalah karena Repan tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Tanggapan Keras Anggota DPR
Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, menyayangkan dan mengecam tindakan rumah sakit tersebut. Politikus Partai NasDem ini menilai penolakan itu sebagai tindakan yang tidak manusiawi.
"Rumah sakit kan bukan hanya cari untung! Nilai kemanusiaannya juga harus dipertimbangkan!" tegas Irma dalam keterangannya, Selasa (4/11).
Artikel Terkait
Pandji Usai Bertemu MUI: Karya Harus Diimbangi Kepekaan
Prabowo Dapat Dukungan Ormas Islam untuk Langkah Diplomasi Palestina
Strategi Sun Tzu di Balik Rekor Tak Terkalahkan Jokowi
Potensi Rp70 Triliun Tersandera: Mengapa Game Lokal Cuma Kuasai 5% Pasar Sendiri?