Keunggulan lain pesawat ini adalah kemampuannya untuk mendarat di landasan yang tidak disiapkan secara ideal, seperti jalan berkerikil atau landasan tanpa aspal. Kecepatan jelajahnya yang mencapai 860 km/jam memungkinkan respons yang cepat dalam berbagai situasi.
Manfaat Ganda: Pertahanan dan Misi Kemanusiaan
Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa kehadiran Airbus A400M tidak hanya untuk memperkuat pertahanan udara Indonesia, tetapi juga memiliki peran vital dalam misi kemanusiaan. Pesawat ini dapat dikonfigurasi menjadi airborne ambulance atau ambulans udara untuk evakuasi medis korban bencana.
Selain evakuasi bencana, A400M juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Presiden Prabowo juga memerintahkan TNI untuk memperkuat kesiapan di bidang kesehatan militer dengan menambah batalion kesehatan, yang siap diterjunkan baik untuk misi dalam negeri maupun misi kemanusiaan internasional.
Pengadaan Airbus A400M ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam modernisasi alutsista TNI, yang proses pengadaannya dimulai pada tahun 2021. Kedatangan pesawat ini secara signifikan meningkatkan kemampuan mobilitas dan logistik TNI AU dalam menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia.
Artikel Terkait
Misteri Masa Lalu Kiai Sadrach: Benarkah Ia Pernah Nyantri?
Bosnia hingga Gaza: Cermin Kelam Perdamaian yang Dipaksakan
Sidang Kemnaker Bergulir: Aliran Dana Euro Rp50 Juta Mengarah ke Ibu Menteri
Lebih Pilih Penjara Setahun Daripada Kembalikan Uang Rp 4,6 Miliar