Budiono juga mengonfirmasi bahwa operasi SAR sempat dihentikan sementara menjelang malam, namun kemudian mendapat laporan penemuan jenazah yang sesuai dengan deskripsi korban yang dicari. Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah rawan banjir dan saluran air.
Korban Banjir Semarang Didominasi Anak-Anak
Dari total empat korban meninggal dalam musibah banjir ini, tiga di antaranya adalah anak-anak. Korban pertama adalah Eko Rusianto (43), warga Semarang Utara, yang tenggelam saat membersihkan sampah di kolam retensi.
Korban kedua dan ketiga adalah Faisal Azam Saputra (9) dan Achmad Riefqie Arzan (7), yang juga menjadi korban keganasan banjir saat sedang beraktivitas di dekat aliran air. Kejadian ini menegaskan pentingnya pengawasan ekstra terhadap anak-anak selama musim penghujan dan potensi banjir.
Artikel Terkait
TAUD Desak Polisi Ungkap Dalang Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS
25 Kilogram Kokain Diamankan di Pesisir Selayar, Diduga Bagian Jaringan Internasional
TASPEN Gelar Mudik Gratis untuk 1.400 Pemudik dengan Asuransi Rp20 Juta
Pemkot Makassar Izinkan Takbiran di Lingkungan, Larang Konvoi dan Petasan