Zohran Mamdani: Strategi Kemenangan & Tantangan di Pilkada New York

- Jumat, 31 Oktober 2025 | 05:00 WIB
Zohran Mamdani: Strategi Kemenangan & Tantangan di Pilkada New York

Fokus pada Keterjangkauan: Kunci Kampanye Zohran Mamdani di Pilkada New York

Pesan sederhana "Fokus, fokus, fokus pada keterjangkauan" menjadi strategi utama Robert Wood, relawan kandidat wali kota Zohran Mamdani, dalam menggerakkan pemilih di penghujung perlombaan politik New York City. Kemenangan mengejutkan Mamdani dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat Juni lalu telah menjadi simbol perlawanan terhadap Partai Demokrat arus utama yang didominasi donor kaya.

Strategi Pintu ke Pintu Menghadapi Keraguan Pemilih

Di kawasan Crown Heights, Wood secara aktif menemui pemilih seperti Nadia yang sudah mendukung penuh, namun juga menghadapi keraguan dari warga lain. Kampanye menekankan tiga janji utama Mamdani: pembekuan sewa apartemen stabil, bus gratis, dan layanan penitipan anak universal yang akan dibiayai dengan menaikkan pajak untuk korporasi dan warga terkaya New York.

Pada pertemuan dengan Onika Saul, seorang pengelola properti berusia 45 tahun, Wood menghadapi skeptisisme terhadap kelayakan janji-janji Mamdani. "Siapa pun bisa berkata apa saja, tapi tindakan selalu berbicara lebih keras dari kata-kata," ujar Saul yang mengaku sering dikecewakan politisi.

Dukungan untuk Palestina dan Isu Identitas

Wood tidak menyerah dan menyoroti poin pembeda Mamdani: dukungan terbuka terhadap hak-hak rakyat Palestina. "Zohran satu-satunya politisi dalam pemilu ini yang berani menyebut apa yang terjadi di Gaza dengan istilah sebenarnya: genosida," kata Wood. Pernyataan ini mendapat respons positif dari Saul yang mengangguk setuju.

Serangan terhadap Mamdani semakin meningkat menyangkut identitasnya. Jika terpilih, Mamdani akan menjadi wali kota Muslim pertama, orang pertama kelahiran Afrika (Uganda), dan berdarah Asia Selatan pertama yang memimpin New York City.

Koalisi Pemilih dan Tantangan di Pemilu Umum

Kemenangan Mamdani di pemilihan pendahuluan dengan 56,4% suara melawan 43,6% untuk Andrew Cuomo menunjukkan perubahan pola pilih. Mamdani berhasil menarik daerah-daerah yang sebelumnya mendukung Trump tahun 2024, membuktikan bahwa kebijakan progresif dan pesan keterjangkauan hidup dapat memenangkan pemilih yang kecewa.

Namun tantangan sesungguhnya masih menanti di pemilu umum 4 November yang terbuka untuk semua pemilih, termasuk 20% pemilih independen dan 11% Republikan dari total 4,7 juta pemilih terdaftar. Pemungutan suara awal yang dimulai 25 Oktober menunjukkan partisipasi rekor, terutama dari pemilih lanjut usia yang cenderung mendukung Cuomo.

Dukungan Komunitas dan Isu Keterjangkauan

Di South Richmond Hill, Queens, Sherry Padilla percaya Mamdani memiliki kemampuan unik menggerakkan komunitas imigran kelas pekerja. Kampanye ini mengandalkan jaringan relawan Democratic Socialists of America (DSA) dan organisasi komunitas seperti DRUM Beats.

Isu ketimpangan ekonomi menjadi fokus utama. Studi Fiscal Policy Institute menunjukkan 1% populasi menerima 44% dari seluruh pendapatan kota hampir empat kali lipat dari 30 tahun lalu. Banyak warga seperti Salim Drammeh dari "Africans for Zohran" merasakan langsung dampak kenaikan harga dan kesulitan akses penitipan anak.

Respons Beragam di Lapangan

Di lapangan, Wood dan relawan lainnya terus mengetuk pintu meski tak semua respons positif. Seorang pria marah menuduh Mamdani antisemit, meski komunitas Yahudi Satmar ultra-ortodoks justru mendukung kandidat ini.

Namun ada juga keberhasilan seperti Hedrina James, 70 tahun, yang awalnya tidak mengikuti politik tapi tertarik pada janji pembekuan sewa dan penitipan anak gratis setelah berbincang dengan Wood. "Saya banyak belajar hari ini. Kebijakan ini akan sangat membantu banyak dari kami," ujarnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar