Fakta Mengerikan: 25 Anak Tewas Bunuh Diri Akibat Bullying, KPAI Ungkap Data Terbaru 2025

- Kamis, 30 Oktober 2025 | 20:36 WIB
Fakta Mengerikan: 25 Anak Tewas Bunuh Diri Akibat Bullying, KPAI Ungkap Data Terbaru 2025

Bullying Sebagai Penyebab Utama Bunuh Diri Anak di Indonesia, KPAI Catat 25 Kasus

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Diyah Puspitarini mengungkapkan bahwa bullying menjadi penyebab utama kasus bunuh diri anak di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan menanggapi serangkaian tragedi bunuh diri pelajar yang terjadi di Sukabumi, Jawa Barat dan Sawahlunto, Sumatera Barat.

Berdasarkan pemantauan KPAI, mayoritas anak yang mengakhiri hidupnya pada tahun 2025 didorong oleh praktik perundungan, termasuk yang terjadi di lingkungan sekolah. "Sebagian data yang kami himpun penyebab anak mengakhiri hidup adalah karena bullying," tegas Diyah.

Data Kasus Bunuh Diri Anak 2025

Hingga 12 Oktober 2025, KPAI mencatat 22 kasus bunuh diri anak di Indonesia. Namun angka ini meningkat menjadi 25 kasus setelah insiden di Sukabumi dan Sawahlunto. Meski menunjukkan penurunan dibanding tahun sebelumnya (46 kasus pada 2023 dan 43 kasus pada 2024), angka ini tetap menjadi peringatan serius mengenai situasi kesehatan mental anak Indonesia.

Tragedi Siswi MTs Negeri Sukabumi

Ajeng (14 tahun), siswi MTs Negeri di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, ditemukan meninggal dengan kondisi leher tergantung menggunakan sarung di rumahnya pada Selasa (28/10). Wasiat yang ditemukan mengungkapkan bahwa korban mengalami tekanan psikologis akibat perundungan verbal dari teman-temannya, termasuk ucapan "Mati saja kamu".

Dua Kasus Bunuh Diri Siswa SMP di Sawahlunto

Kota Sawahlunto mencatat dua kasus bunuh diri pelajar SMP dalam bulan Oktober 2025:

  • ANJ (15 tahun), siswa kelas IX SMPN 2 Kota Sawahlunto, ditemukan meninggal pada 6 Oktober 2025 di ruangan OSIS sekolah
  • BE (15 tahun), siswa kelas IX SMPN 7 Kota Sawahlunto, diduga bunuh diri di ruangan kelasnya pada 28 Oktober 2025

Kasus-kasus ini semakin menguatkan fakta bahwa perundungan di sekolah menjadi faktor krisis kesehatan mental yang berujung pada tindakan bunuh diri di kalangan anak dan remaja Indonesia.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar