Pekerjaan Supir Bus di Saudi: Tantangan dan Realita yang Perlu Diketahui
Banyak yang berminat bekerja di Arab Saudi sebagai supir bus, namun perlu memahami realita di lapangan. Berdasarkan pengalaman langsung, kondisi para supir bus seringkali memprihatinkan.
Banyak supir bus mengeluhkan tilangan yang mencapai ribuan riyal, bahkan ada yang terkumpul hingga 20 ribu riyal selama bertahun-tahun. Nilai ini setara dengan hampir 100 juta rupiah.
Tilangan Ketat di Area Suci
Kawasan sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menjadi lokasi rawan tilangan. Supir bus sering kena tilang karena parkir terlalu lama menunggu jamaah. Meskipun bukan kesalahan mereka, aturan harus tetap ditaati.
Ketergantungan pada Tips Jamaah
Penghasilan supir bus sangat bergantung pada baksis atau tips dari jamaah. Tanpa tambahan ini, penghasilan pokok saja tidak cukup untuk menutupi biaya hidup.
Kondisi Tempat Tinggal yang Terbatas
Para supir bus seringkali harus tidur di dalam bus ketika mengantar jamaah dari Makkah ke Madinah. Di Madinah, mereka tidak memiliki tempat menginap tetap sehingga terpaksa beristirahat di kendaraan.
Aturan Kebersihan Kendaraan yang Ketat
Pemerintah Saudi memberlakukan aturan ketat mengenai kebersihan kendaraan. Bus yang kotor bisa kena denda, menambah beban finansial para supir.
Berdasarkan realita ini, calon pekerja perlu mempertimbangkan matang-matang sebelum memutuskan menjadi supir bus di Saudi. Persiapkan mental dan fisik untuk menghadapi berbagai tantangan yang ada.
Artikel Terkait
Golkar Makassar: Surat Diskresi untuk IAS Bukan Jaminan Otomatis Jadi Ketua DPD I Sulsel
Pemerintah Targetkan 5.000 Jembatan Gantung Rampung Akhir 2026 untuk Hubungkan Daerah Terpencil
Aktivitas Gempa Gunung Anak Krakatau Meningkat, Status Waspada Belum Berubah
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 800 Meter, Warga Diminta Waspada Lahar Hujan