Regenerasi Keraton Yogyakarta: Sri Sultan HB X Tegaskan Kesetaraan Gender Berdasarkan Konstitusi
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyampaikan pandangan penting mengenai regenerasi kepemimpinan di Keraton Yogyakarta. Pernyataan ini disampaikan dalam Dialog Kebangsaan untuk Indonesia Damai yang digelar di Sasono Hinggil Dwi Abad, Yogyakarta, pada Minggu (26/10).
Keterbukaan Demokrasi di Yogyakarta
Sri Sultan memulai pembicaraan dengan menyoroti ruang demokrasi yang selalu terbuka di Yogyakarta. Hal ini menarik mengingat Yogyakarta merupakan sebuah kerajaan yang seringkali diasosiasikan dengan sistem feodal. Beliau menanggapi anggapan tersebut dengan tegas.
"Banyak orang bertanya, 'Yogya kan feodal, kerajaan, kenapa demokrasinya tinggi?' Saya anggap mereka belum paham. DIY adalah bagian dari Republik Indonesia," jelas Sultan Hamengku Buwono X.
Kesetaraan Gender dalam Regenerasi Keraton
Sultan lebih lanjut mengklarifikasi posisinya mengenai kemungkinan perempuan dalam proses regenerasi kepemimpinan Keraton Yogyakarta. Beliau menyatakan bahwa tidak ada aturan di keraton yang melarang hal tersebut.
Artikel Terkait
Utusan AS dan Rusia Gelar Pembicaraan Rahasia di Florida, Bahas Jalan Damai Ukraina
Balita 4 Tahun di Cilacap Tewas Dibunuh dan Dilecehkan oleh Tetangga Sendiri
Serangan Udara di Gaza Tewaskan 28 Warga, Seperempatnya Anak-anak
Drama dan Kebaikan di Balik Sesaknya Gerbong KRL