Remaja Pelaku Pelemparan Batu di Tol Bakauheni-Terbanggi Besar Diamankan
Petugas keamanan berhasil mengamankan tiga remaja pelaku pelemparan batu di ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter) KM 45 800 B, tepatnya di Desa Rantau Minyak, Dusun Kali Pasir, Lampung Selatan.
Identitas Pelaku dan Kronologi Kejadian
Ketiga remaja tersebut berinisial F (14), R (14), dan S (11) yang merupakan warga Desa Batu Liman, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan. Aksi mereka terungkap setelah adanya laporan dari pengendara Toyota Raize bernomor polisi BE 1604 XX, Dedi Irawan, warga Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, yang menjadi korban pelemparan batu.
Proses Pengamanan dan Mediasi
Dalam waktu kurang dari 24 jam sejak laporan diterima, petugas berhasil mengamankan ketiga remaja setelah berkoordinasi dengan Kepala Desa Batu Liman. Para pelaku mengakui perbuatannya dan berjanji hadir bersama orang tua mereka dalam pertemuan mediasi yang akan difasilitasi kepala desa dan tim keamanan.
Komitmen Keamanan dari Pengelola Tol
Manager Public Affairs PT Hakaaston Ruas Tol Bakter, M. Alkautsar, menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak dalam penanganan kasus ini. "HKA selaku operator Tol Bakauheni–Terbanggi Besar berkomitmen penuh menjaga keamanan dan keselamatan pengguna tol selama 24 jam," tegas Alkautsar.
Respon Positif dari Korban
Dedi Irawan, korban kejadian pelemparan batu, menyampaikan apresiasi atas respon cepat petugas. "Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada manajemen Tol Bakauheni–Terbanggi Besar beserta personel BKO Korem 043/Gatam atas respon cepat dan bantuan yang diberikan," ujarnya.
Kejadian ini menunjukkan efektivitas sistem pengawasan dan patroli rutin yang terus ditingkatkan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna jalan tol di ruas Bakauheni-Terbanggi Besar.
Artikel Terkait
Cuaca Sulawesi Selatan Sabtu Berawan, Hujan Ringan-Sedang Berpotensi di Sejumlah Daerah
Mensos Bantah Ada Kebocoran Anggaran Sepatu Rp700 Ribu per Pasang di Program Sekolah Rakyat
Polisi Tangkap Pembegal Dua Tenaga Kesehatan di Jeneponto saat Sedang Minum Tuak
Ekonom UGM: Indonesia Bisa Batalkan Perjanjian Dagang dengan AS, Malaysia Sudah Contoh