Umrah Mandiri Resmi Dilegalkan! Ini 3 Cara Berangkat & Dampak Mengerikan Bagi Travel

- Sabtu, 25 Oktober 2025 | 07:00 WIB
Umrah Mandiri Resmi Dilegalkan! Ini 3 Cara Berangkat & Dampak Mengerikan Bagi Travel
Umrah Mandiri Dilegalkan: Panduan Lengkap UU No. 14 Tahun 2025

Resmi! Umrah Mandiri Dilegalkan UU No. 14 Tahun 2025, Begini Cara dan Dampaknya

Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan terobosan baru dengan melegalkan perjalanan ibadah umrah secara mandiri. Kebijakan ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 yang disahkan pada 4 September 2025.

Apa Itu Umrah Mandiri?

Dengan adanya UU ini, jemaah umrah kini memiliki pilihan untuk beribadah tanpa harus melalui biro travel. Calon jemaah dapat mengurus perjalanan mereka sendiri, mulai dari pembuatan visa, pemesanan tiket pesawat, hingga memanfaatkan layanan resmi yang disediakan oleh Kementerian Agama (Kemenag).

Perubahan Aturan Umrah yang Signifikan

Sebelum UU ini berlaku, seluruh jemaah umrah diwajibkan untuk berangkat melalui Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau biro travel umrah yang telah terdaftar. Kini, pilihannya menjadi lebih fleksibel.

Landasan hukum untuk umrah mandiri ini jelas tercantum dalam Pasal 86 Ayat 1 UU No. 14 Tahun 2025. Pasal tersebut menyatakan bahwa Perjalanan Ibadah Umrah dapat dilakukan melalui tiga cara:

  • Melalui PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah).
  • Secara mandiri.
  • Melalui Menteri.

Protes dari Pelaku Bisnis Travel Umrah

Meski menjadi kabar gembira bagi banyak calon jemaah, kebijakan umrah mandiri ini menuai respons berbeda dari para pelaku usaha travel umrah. Mereka menyatakan kekhawatiran akan beberapa hal, di antaranya:

  • Berkurangnya perlindungan dan layanan bagi jemaah yang memilih untuk berangkat sendiri.
  • Dampak negatif terhadap ekonomi umat, khususnya bisnis travel umrah lokal yang selama ini menjadi tulang punggung penyelenggaraan ibadah umrah.
  • Kekhawatiran pasar umrah Indonesia akan didominasi oleh marketplace global, yang dapat menyulitkan pelaku usaha dalam negeri.

Dengan adanya pilihan umrah mandiri ini, calon jemaah memiliki kebebasan lebih untuk merencanakan ibadah sesuai dengan kebutuhan dan anggaran mereka. Namun, penting untuk mempertimbangkan secara matang segala kelebihan dan kekurangan dari masing-masing opsi sebelum memutuskan untuk berangkat.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar