Pertama, dalam Surat Yunus ayat 46:
"Dan jika Kami perlihatkan kepadamu sebahagian dari (siksa) yang Kami ancamkan kepada mereka, (tentulah kamu akan melihatnya) atau (jika) Kami wafatkan kamu (sebelum itu), maka kepada Kami jualah mereka kembali, dan Allah menjadi saksi atas apa yang mereka kerjakan."
Kedua, dalam Surat Ar-Ra'd ayat 40:
"Dan jika Kami perlihatkan kepadamu sebahagian (siksa) yang Kami ancamkan kepada mereka atau Kami wafatkan kamu (hal itu tidak penting bagimu) karena sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedang Kami-lah yang menghisab amalan mereka."
Ketiga, dalam Surat Maryam ayat 84:
"Maka janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa (meminta azab) atas mereka, karena sesungguhnya Kami menghitung dengan perhitungan yang teliti untuk mereka."
Keempat, dalam Surat Al-Hajj ayat 47:
"Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya."
Kesimpulan: Azab Pasti Datang, Tugas Kita Adalah Menyampaikan
Dari penjelasan dan dalil-dalil di atas, dapat disimpulkan bahwa azab Allah itu pasti datang bagi siapa saja yang zalim dan melampaui batas. Namun, waktu dan caranya adalah hak prerogatif Allah sepenuhnya. Tugas seorang hamba bukanlah untuk tergesa-gesa meminta azab, melainkan untuk tetap konsisten dalam menyampaikan kebenaran dan menjalankan kewajiban. Allah Maha Teliti dalam perhitungan-Nya dan tidak akan pernah menyalahi janji. Kehancuran itu dijamin, tetapi kesabaran dan ketetapan Allah memiliki hikmah yang Maha Dalam.
Artikel Terkait
Gaji Rp 250 Ribu, Komisi X Desak Upah Guru Honorer Naik ke Rp 5 Juta
Es Hunkwe Dituding Spons, TNI AD Buka Suara Soal Klarifikasi Viral
Amien Rais Ingatkan Prabowo: Jangan Terjebak Agenda Trump Soal Palestina
Menteri PU Paparkan Progres Pascabencana: 1.200 Huntara Disiapkan, Normalisasi Sungai Capai 52%