Survei Celios: Kinerja Lingkungan Hidup dan Energi Pemerintahan Prabowo-Gibran Dinilai Buruk
Hasil survei terbaru dari Celios (Center of Economic and Law Studies) mengungkap penilaian publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka setelah satu tahun memimpin. Temuan survei menunjukkan rapor merah khususnya pada aspek kebijakan lingkungan hidup dan energi.
Publik Nilai Perhatian Pemerintah terhadap Lingkungan Masih Rendah
Survei yang melibatkan 1.388 responden ini mengungkap bahwa mayoritas masyarakat menilai komitmen pemerintah terhadap isu lingkungan hidup dan perubahan iklim masih minim. Sebanyak 37 persen responden menyatakan pemerintah kurang memperhatikan isu lingkungan, sementara 11 persen menilai pemerintah sama sekali tidak memberi perhatian.
Di sisi lain, hanya 30 persen responden yang menilai perhatian pemerintah cukup, dan 14 persen saja yang menilai komitmen pemerintah sudah sangat baik terhadap isu lingkungan.
Kesenjangan antara Janji dan Implementasi Kebijakan Lingkungan
Temuan survei Celios ini mengindikasikan keraguan publik terhadap komitmen nyata pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan. Banyak responden menilai kebijakan pemerintah lebih berfokus pada proyek ekonomi jangka pendek dan investasi industri, sementara isu lingkungan hanya menjadi slogan tanpa implementasi nyata.
"Dengan kata lain, ada jarak antara janji pemerintah dan pelaksanaannya di lapangan," tulis laporan Celios seperti dikutip dari akun Jejak Aktual.
Kinerja Menteri Lingkungan dan Energi Dinilai Negatif
Survei ini juga mengukur kinerja sejumlah menteri di bidang energi dan lingkungan. Hasilnya menunjukkan mayoritas responden memberikan penilaian negatif terhadap performa mereka selama satu tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran.
Menteri dengan skor penilaian terendah adalah Bahlil Lahadalia (Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral/ESDM) dengan skor -75. Posisi berikutnya ditempati oleh Raja Juli Antoni (Menteri Kehutanan) dengan skor -47, dan Nusron Wahid (Menteri Agraria dan Tata Ruang) dengan skor -26.
Celios mencatat bahwa menteri-menteri yang baru dilantik atau mengalami reshuffle pada September 2025 tidak termasuk dalam penilaian karena masih baru menjabat.
Imbas Survei: Desakan Reshuffle Kabinet Mengemuka
Hasil survei Celios ini memicu diskusi publik mengenai efektivitas kabinet di sektor energi dan lingkungan. Sejumlah warganet bahkan menilai perlunya reshuffle kabinet, khususnya terhadap menteri-menteri dengan skor negatif tersebut.
Artikel Terkait
Mahfud MD Ungkap Sembilan Kultur Buruk di Polri, Kekerasan hingga Korupsi Jadi Sorotan Utama
BMKG: Sebagian Besar Wilayah Sulsel Berpotensi Hujan Sedang pada Kamis
Mahfud MD Ungkap Sembilan Masalah Kultur Polri, dari Kekerasan hingga Impunitas
Polda Riau Bongkar Perusakan Hutan Mangrove di Kepulauan Meranti, Sita Ribuan Karung Arang Bakau Ilegal