Persoalan kini beralih pada beban utang proyek Whoosh. Agus menanggapi penolakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membebankan pembayaran utang Whoosh pada APBN. Purbaya beralasan bahwa proyek ini dikelola oleh BUMN di bawah naungan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Dengan penolakan ini, Agus mempertanyakan bagaimana utang tersebut akan dilunasi. Ia menilai wajar jika Danantara yang menanggung beban utang Whoosh yang mencapai Rp116 triliun dengan bunga sekitar Rp2 triliun per tahun.
Kekhawatiran Ganggu Program Prabowo dan Saran Solusi
Agus mengkhawatirkan beban utang Whoosh yang besar dapat mengganggu anggaran untuk program-program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih.
Sebagai solusi, Agus menyarankan agar Menteri Keuangan segera duduk bersama dengan Danantara dan melibatkan Komisi XI DPR untuk mencari jalan keluar atas masalah pembiayaan proyek kereta cepat Whoosh ini.
Sumber: wartakota.tribunnews.com
Artikel Terkait
Kontroversi Ijazah Jokowi: Pola Wisuda UGM 1985 Tak Sesuai Bulan November
Prabowo Pacu Pendidikan, Kunjungan ke Inggris Jadi Langkah Strategis
Antusiasme Konser Mewah vs Realita 171 Juta Penduduk Miskin
SP3 Eggi-Damai: Instruksi Istana yang Mengabaikan Aturan Hukum