Skema Pembiayaan Berubah, APBN Dijadikan Jaminan
Meski awalnya dijanjikan berjalan dengan skema business to business (B2B) tanpa melibatkan APBN, pemerintah justru menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 89 Tahun 2023. PMK ini mengizinkan penggunaan APBN sebagai jaminan pinjaman utang proyek, menyusul pembengkakan biaya yang terjadi.
Perubahan skema pembiayaan juga disoroti oleh mantan Menkopolhukam, Mahfud MD. Awalnya, pembiayaan dari Jepang menawarkan pinjaman US$6,2 miliar dengan bunga 0,1 persen, kemudian beralih ke Cina dengan nilai US$5,5 miliar dan bunga yang akhirnya melonjak menjadi 3,4 persen akibat cost overrun.
KPK Buka Kesempatan untuk Laporan Masyarakat
Menanggapi berkembangnya isu ini, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa pihaknya membuka kesempatan bagi publik yang memiliki informasi atau data awal terkait dugaan korupsi untuk menyampaikan laporan melalui kanal resmi pengaduan masyarakat KPK.
“Kami mendorong masyarakat yang mengetahui adanya indikasi awal atau memiliki dokumen pendukung terkait dugaan tindak pidana korupsi agar segera melaporkannya melalui saluran pengaduan resmi KPK,” ujar Budi.
Sumber: MonitorIndonesia
Artikel Terkait
Serangan Drone Guncang Pabrik Suriah, Gencatan Senjata Langsung Diuji
Sjafrie Sjamsoeddin Tegaskan Kesiapan Indonesia Hadapi Perang Berlarut
Kotak Kayu Mirip Pocong di Kulon Progo Ternyata Cuma Berisi Tanah
Pemerintah Cabut Izin Perkebunan Rp14,5 Triliun di Atas Tanah Milik TNI