Menkeu Purbaya Berani Terbuka: Saya Tidak Takut Siapapun! - Ada Apa?

- Senin, 13 Oktober 2025 | 13:50 WIB
Menkeu Purbaya Berani Terbuka: Saya Tidak Takut Siapapun! - Ada Apa?
Menkeu Purbaya: Saya Tidak Takut Siapapun! - Analisis Kebijakan Ekonomi

Menkeu Purbaya Ungkap Kiat Hadapi Krisis Ekonomi dan Alasan Tidak Takut Siapapun

MURIANETWORK.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan dirinya tidak takut dengan siapapun, berkat pengalaman panjangnya bergaul dengan para pengambil keputusan kunci di berbagai rezim pemerintahan Indonesia.

Pengalaman Luas dengan Para Pemimpin Top

Purbaya mengungkapkan telah bekerja sama dan menjadi bawahan langsung berbagai tokoh nasional, mulai dari Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-7 Joko Widodo, hingga para menteri koordinator seperti Hatta Rajasa, Chairul Tanjung, dan Luhut Binsar Pandjaitan.

"Saya sudah biasa bergaul dengan top-top thinker-nya di Indonesia. Saya enggak pernah takut sama siapa saja jadinya. Saya udah selalu terekspos dengan cara berpikir mereka, cara mereka mengambil keputusan," tegas Purbaya dalam forum Investor Daily Summit 2025 di Jakarta.

Proses Penunjukan sebagai Menkeu oleh Prabowo

Purbaya memuji kemampuan Presiden Prabowo Subianto dalam mengambil keputusan. Dia mengisahkan proses penunjukannya sebagai menteri keuangan yang dimulai dengan pertemuan di Hambalang, Bogor pada September 2025.

Setelah dua hari mendengarkan paparan Prabowo tanpa memberikan tanggapan, pada hari ketiga Purbaya akhirnya menyampaikan analisis ekonomi kritisnya. Dia memperingatkan potensi pergantian kekuasaan jika kebijakan ekonomi tidak segera diubah.

Analisis Siklus Ekonomi Indonesia

Purbaya memaparkan data ekonomi dari era Presiden Suharto hingga Joko Widodo, menunjukkan pola tujuh tahun ekspansi ekonomi diikuti satu tahun resesi. Menurutnya, kesalahan pengambilan keputusan di masa krisis dapat berujung pada pergantian kekuasaan, seperti yang terjadi pada era Suharto dan Gus Dur.

Dia mengklaim berperan membantu pemerintahan SBY (2008-2009) dan Jokowi (2016) menghindari pergantian kekuasaan melalui masukan kebijakan ekonomi yang tepat.

Strategi Kebijakan Moneter dan Fiskal

Purbaya menekankan pentingnya menjaga likuiditas melalui kebijakan moneter dan fiskal yang tepat. Dia mengingatkan kondisi pertumbuhan uang primer (M0) yang mendekati 0% di pertengahan 2025, yang menurutnya memicu demonstrasi besar-besaran akhir Agustus lalu.

"Kalau kita tidak berubah arah kebijakan ekonomi pada waktu itu, penghitungan saya sebagai ekonom dan setengah dukun, Februari tahun depan akan menjadi pergantian kekuasaan," ungkapnya.

Esok hari setelah pertemuan tersebut, Senin (8/9/2025), Prabowo melantik Purbaya sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati yang telah menjabat selama 14 tahun.

Sumber: Bisnis.com

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar