Ribuan pencari kerja memadati gelaran Job Fair 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Semarang di Kantor Dinas Tenaga Kerja, Jawa Tengah, Kamis (4/6/2026). Tingginya animo masyarakat mengikuti bursa kerja ini menjadi cermin betapa ketatnya persaingan untuk mendapatkan pekerjaan di tengah kondisi ketenagakerjaan yang masih menantang.
Sejak pagi hingga siang, para pelamar terus berdatangan ke lokasi. Mereka rela mengantre dan berdesakan demi menyerahkan lamaran atau sekadar menggali informasi lowongan yang sesuai dengan kualifikasi masing-masing. Suasana riuh rendah namun penuh harap terlihat di setiap sudut ruangan tempat berlangsungnya acara.
Berdasarkan data panitia, sebanyak 2.800 pencari kerja telah mendaftarkan diri, baik secara daring maupun luring. Angka ini menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat akan akses langsung ke dunia kerja. Para pelamar berharap bisa memperoleh pekerjaan yang layak guna menopang kebutuhan hidup sehari-hari.
Salah seorang pencari kerja asal Ungaran, Sarah Nur Rahmadani, mengaku sengaja datang untuk memanfaatkan kesempatan ini. Ia ingin mencari pekerjaan yang benar-benar sesuai dengan kemampuan dan latar belakang pendidikannya.
"Kan di sini banyak perusahaan, jadi bisa milih-milih juga banyak kesempatan," ujar Sarah di lokasi.
Sementara itu, Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat. Salah satu caranya adalah melalui penyelenggaraan bursa kerja dan mendorong masuknya investasi baru ke wilayah Kabupaten Semarang.
"Harapan kita dengan adanya Job Fair ini semakin menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Semarang," kata Ngesti Nugraha.
Di sisi lain, pemerintah daerah tidak hanya mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan. Upaya menciptakan lapangan kerja baru melalui peningkatan investasi juga terus digencarkan. Langkah ini diyakini mampu menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hasilnya mulai terlihat. Pada akhir 2025, tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Semarang tercatat menurun menjadi 3,63 persen. Angka ini menjadi indikator bahwa kombinasi antara bursa kerja dan kebijakan investasi mulai membuahkan hasil yang positif.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Kakak Beradik Pelaku Penganiayaan Pasutri di Deli Serdang
Wakil Ketua DPR Prihatin atas Rentetan Kasus Hukum yang Jerat Pejabat Pemerintah
Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Mengaku Deg-degan Jelang Vonis Korupsi Sertifikasi K3
Rektor UNM Tegaskan Tak Ada Keraguan atas Swasembada Pangan Indonesia