China Gelar Latihan Tembak Langsung di Selat Taiwan, Taipei Kecam Provokasi

- Kamis, 23 Juli 2026 | 19:12 WIB
China Gelar Latihan Tembak Langsung di Selat Taiwan, Taipei Kecam Provokasi

China memulai latihan militer dengan tembakan langsung (live-fire drills) selama dua hari di perairan Selat Taiwan, Kamis (23/7). Latihan digelar di dekat pesisir Provinsi Fujian, yang berhadapan langsung dengan Taiwan, dan berlangsung setiap hari pukul 06.00 hingga 18.00 waktu setempat di sekitar Pulau Dongshan, perbatasan dengan Provinsi Guangdong.

Latihan ini berlangsung sehari setelah Menteri Luar Negeri China Wang Yi bertemu dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio di sela pertemuan antar-menteri ASEAN. Keduanya membahas berbagai isu, termasuk status Taiwan yang diklaim Beijing sebagai bagian dari wilayahnya.

Menanggapi latihan tersebut, Kementerian Luar Negeri Taiwan mengecam tindakan China dan mendesak Beijing untuk menahan diri. "Kami meminta China segera menghentikan provokasi militer dan aktivitas zona abu-abu di sekitar Selat Taiwan," demikian pernyataan resmi mereka.

Taipei menilai Beijing mengabaikan harapan masyarakat internasional untuk menjaga keamanan kawasan. Menurut pemerintah Taiwan, penggunaan kekuatan militer secara sepihak justru meningkatkan ketegangan regional. "China kembali menggunakan kekuatan militer untuk mengancam perairan di sekitar Selat Taiwan, menciptakan ketegangan di kawasan, dan sekali lagi menunjukkan dirinya sebagai pembuat masalah," lanjut pernyataan tersebut.

Sebelumnya, pada Desember lalu, China menggelar latihan militer terbesar di sekitar Taiwan setelah Amerika Serikat mengumumkan paket bantuan persenjataan senilai USD 11,1 miliar untuk pulau tersebut. Dalam latihan yang berlangsung sekitar 10 jam itu, Komando Medan Timur Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) menembakkan roket ke perairan di utara dan selatan Taiwan.

China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak menutup kemungkinan menggunakan kekuatan untuk mewujudkan reunifikasi. Sementara itu, pemerintah Taiwan menolak klaim kedaulatan Beijing dan menegaskan hanya rakyat Taiwan yang berhak menentukan masa depan pulau tersebut.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags