Prof Ikrar menyatakan ketidaksetujuannya dengan pola pengangkatan pejabat tinggi dengan sisa masa jabatan yang panjang. "Saya paling tidak setuju jika Kapolri atau Panglima TNI memiliki sisa masa jabatan lebih dari 3 tahun," ujarnya. Menurutnya, inilah sumber masalah terbesar yang terjadi di Indonesia.
Kekhawatiran Dominasi "Geng Solo"
Analisis ini mengungkap kekhawatiran mengenai kuatnya pengaruh "Geng Solo" dalam institusi penegak hukum. Prof Ikrar menyebut bahwa Kapolri dan Panglima TNI saat ini merupakan orang-orang dekat Jokowi sejak masa tugasnya di Solo.
"The Jokowi legacy ini sangat berbahaya bagi Indonesia. Bukan masalah orangnya, tapi perusakan institusi dalam TNI dan Polri terjadi pada era Jokowi," tandas Prof Ikrar. Ia berharap Presiden Prabowo Subianto dapat menunjuk calon Kapolri dan Panglima TNI yang tidak terkait dengan politik praktis Jokowi.
Sumber: konteks
Artikel Terkait
Harga Emas Batangan di Pegadaian Masih Stabil di Awal Pekan
Hiu Penjemur Raksasa Muncul di Perairan Dekat Pelabuhan Makassar
Parang Berdarah di Pangkep, Kerabat Bertengkar Usai Minum Ballo
Polisi Hentikan Avanza Modifikasi Angkut 12 Penumpang Plus Motor di Atap Saat Mudik