Lebih lanjut, Prasetyo mengungkapkan bahwa detail rangkaian acara Presiden selama di KTT masih dipelajari. Namun, harapannya besar agar pertemuan internasional ini dapat menghasilkan terobosan signifikan bagi perdamaian di Gaza.
“Bapak Presiden memutuskan untuk menghadiri undangan tersebut dalam rangka menjaga hubungan baik dan juga sebagai bagian dari ikhtiar kita selama ini,” pungkasnya.
Latar Belakang KTT Perdamaian Gaza di Mesir
KTT Perdamaian Gaza di Sharm el-Sheikh dipimpin bersama oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi. Pertemuan puncak yang dijadwalkan pada hari Senin ini bertujuan membahas proposal dari Amerika Serikat untuk mengakhiri perang Israel di Gaza dan menjadi langkah awal menuju gencatan senjata.
Menurut pernyataan resmi kepresidenan Mesir yang dikeluarkan pada hari Sabtu, pertemuan ini akan dihadiri oleh para pemimpin dari lebih dari 20 negara. Tujuan utamanya adalah mengakhiri konflik di Jalur Gaza, memperkuat upaya menciptakan perdamaian dan stabilitas di Kawasan Timur Tengah, serta mengawali era baru keamanan regional.
Artikel Terkait
Habib Rizieq Ingatkan Ancaman Pemurtadan di Balik Bantuan Pascabencana
Gagalkan Penyelundupan Timah 25 Ton, KRI Todak Amankan Kapal di Selat Bangka
Prabowo Sebut Semua Masalah Indonesia dari A sampai Z Berasal dari Kekuatan Asing
Bulan K3 Nasional: Antara Seremoni dan Nyawa yang Terabaikan