Kepsek Dicopot! Pelajar Ini Dilarang Ujian Gegara Tunggakan SPP yang Bikin Warganet Geram

- Minggu, 12 Oktober 2025 | 18:50 WIB
Kepsek Dicopot! Pelajar Ini Dilarang Ujian Gegara Tunggakan SPP yang Bikin Warganet Geram

Viral Siswi SMAN 1 Gunungsitoli Menangis Dilarang Ujian, Kepsek Dicopot

Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang pelajar SMA menangis karena dilarang mengikuti ujian tengah semester (UTS) akibat belum melunasi Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). Peristiwa ini terjadi di SMAN 1 Gunungsitoli, Pulau Nias, Sumatera Utara, dan berujung pada pencopotan sementara kepala sekolah terkait.

Kronologi Siswi Dilarang Ikut Ujian

Video yang beredar di platform seperti Instagram dan Tiktok pada Rabu (8/10/2025) tersebut menampilkan seorang siswi berinisial K dari kelas X. Dalam video itu, K mengaku tidak diizinkan oleh wali kelasnya untuk mengikuti ujian karena memiliki tunggakan SPP selama empat bulan, dengan nominal Rp 40.000 per bulan.

Sang siswi bahkan sempat memohon untuk dapat mencicil pembayaran, namun permintaannya ditolak. Akibatnya, kartu ujiannya ditahan dan ia tidak diperbolehkan mengikuti ujian. Untuk membantu perekonomian keluarga, K disebutkan ikut bekerja di sebuah rumah makan.

Tanggapan dan Tindak Lanjut Dinas Pendidikan

Menanggapi viralnya kasus ini, Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Alexander Sinulingga, memberikan klarifikasi. Ia menyatakan bahwa siswi yang bersangkutan akhirnya tetap diizinkan untuk mengikuti ujian.

Alexander mengonfirmasi bahwa K memang memiliki tunggakan SPP yang kini telah diselesaikan. Namun, yang menjadi sorotan adalah dugaan penyelewengan dana SPP di sekolah tersebut. Alexander menegaskan bahwa peruntukan dana SPP seharusnya tidak untuk ASN, dan hal inilah yang menjadi pelanggaran.

Kepala Sekolah Dicopot Sementara

Imbas dari kasus ini, Kepala Sekolah SMAN 1 Gunungsitoli resmi dinonaktifkan dari jabatannya. Pencopotan sementara ini dilakukan untuk memudahkan proses pemeriksaan lebih lanjut terkait dua hal: dugaan penyelewengan dana SPP dan kasus siswi yang dilarang ujian.

“Ini akan kami lakukan pemeriksaan. Sembari itu, dia kita nonaktifkan dulu. Kalau terbukti, akan dicopot permanen,” tegas Alexander Sinulingga.

Penjelasan Pihak Sekolah

Berbeda dengan narasi yang viral, perwakilan SMAN 1 Gunungsitoli, Otenieli, menyangkal adanya aturan yang melarang siswa berujung karena tunggakan SPP. Ia menegaskan bahwa sekolah wajib mengikutkan semua siswa dalam ujian, terlepas dari status pembayaran sumbangan.

“Sekalipun belum membayar, ada yang sampai sekarang belum membayar tetapi mereka ujian. Tidak ada alasan masalah sumbangan tersebut,” ungkap Otenieli. Ia juga menambahkan bahwa sekolah tidak pernah menginstruksikan wali kelas untuk menahan siswa yang belum membayar.

Sumber: Tribunnews.com

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar