MURIANETWORK.COM - Jelang duel krusial Timnas Indonesia vs Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Polda Metro Jaya mengerahkan ribuan personel disiagakan di sekitar Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan, sebanyak 2.575 personel gabungan akan mengamankan pertandingan antara Timnas Indonesia vs Bahrain.
Ade Ary Syam Indradi mengatakan, pelibatan personelnya terdiri dari anggota Polda Metro Jaya sebanyak 2.065 orang, Polres Metro Jakarta Pusat dan Polres Jakarta Selatan sebanyak 241 orang, serta rekan-rekan dari jajaran Kodam Jaya, Mabes Polri, dan Pemda sebanyak 269 orang.
"Selain itu, ada juga steward yang akan melakukan pengamanan sebanyak 703 orang di sekitar SUGBK," katanya kepada awak media, Selasa 25 Maret 2025.
Dijelaskannya, rekayasa lalu lintas akan bersifat situasional.
Pihaknya mengimbau masyarakat yang akan melakukan aktivitas sekitar SGBK untuk mencari alternatif jalan lain.
"Kami akan melakukan rekayasa lalu lintas secara situasional dilihat dari situasi perkembangan di lapangan," jelasnya.
Diturunkannya, masyarakat yang akan menyaksikan langsung pertandingan untuk tidak membawa barang yang berbahaya ke SGBK.
"Jangan membawa barang-barang yang berbahaya. Kami akan melakukan pengamanan secara terbuka dan tertutup," tuturnya.
Diterangkannya, pengamanan juga akan dilakukan secara komprehensif terhadap masyarakat yang beraktivitas di sekitar SGBK.
"Situasi masyarakat yang beraktivitas di sekitar GBK juga harus aman, harus lancar. Jadi mohon kerja samanya," terangnya.
Diketahui, Timnas Indonesia akan menjamu Bahrain dalam laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, hari ini, pukul 20.45 WIB.
Sumber: disway
Artikel Terkait
Janji Motor Tak Ditepati, Anak Tusuk Ayah hingga Tewas di Bulukumba
Gen Halal Championship 2025 Cetak 45 Finalis, Bukti Gaya Hidup Halal Kian Digandrungi Pelajar
Heboh Video 1 Menit 50 Detik, Teh Pucuk Harum Jadi Misteri yang Picu Bahaya Phising
Parlemen Iran Ancam AS dan Israel Jadi Sasaran Balasan Militer