Pasalnya, Hibics Fantasy melibatkan anak perusahaan dari BUMD yakni PT Jaswita.
Oleh karena itu, tak ada keterkaitan pemerintah dengan perusahaan tersebut.
"Mekanisme di pemerintah enggak ada ya. Kalau itu memang ada konsekuensi pemerintah harus mengganti ke pemilik modal ya kita ganti lah Rp40 miliar. Persoalannya kan enggak ada kaitannya (dengan pemerintah), karena ini kan perusahaan yang bukan pemerintah, ini anak perusahaan BUMD," katanya.
"Jadi kerugian ditanggung sendiri manajemen," sambungnya.
Sebelumnya Dedi Mulyadi pun menegor para bos-bos BUMD PT Jaswita hingga mereka gelagapan.
Bahkan saat Dedi Mulyadi menanyakan perihal izin bangunan yang dibangun di atas lahan resapan air, para bos BUMD tersebut tidak mampu menjawab.
“Kalau konsepnya beton miring begini air jatuhnya kencang enggak? Ada daerah resapannya enggak?” tanya Dedi Mulyadi sambil dijawab para bos BUMD tersebut dengan gelagapan.
Dedi Mulyadi bahkan blak-blakan bertanya siapa yang mendanai kawasan wisata tersebut.
Sebab dari pengalamannya, BUMD biasanya hanya meminjamkan nama untuk kemudian menerima dana dari investor.
“Siapa yang punya duit? siapa yang bangun ini? Siapa sebutin? Jaswita enggak mungkin punya duit, saya tahu Jaswita hanya jadi boneka,” ungkap Dedi Mulyadi.
Sumber: Wartakota
Artikel Terkait
Kembang Api dan Teriakan untuk Pahlavi Warnai Malam Teheran yang Masih Bergejolak
Gemblengan Semi-Militer Siapkan 1.500 Petugas Haji Tangguh
Pramono Anung Tegaskan JPO Sarinah Akan Dibangun Kembali, Utamakan Akses Difabel
Indonesia dan Turki Sepakati Aksi Nyata, Dari Gaza hingga Industri Pertahanan