Seorang pengacara di Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, menjadi sasaran teror setelah sebuah drone jatuh di halaman rumahnya dengan membawa granat replika dan secarik kertas bertuliskan 'Ini baru permulaan'. Polisi memastikan benda menyerupai granat itu hanyalah mainan dan kini tengah memburu pelaku.
Peristiwa itu terjadi di kediaman Martin, seorang pengacara yang tengah menangani sejumlah perkara di wilayah Jakarta Barat. Berdasarkan video yang diterima, drone berwarna silver terlihat jatuh di halaman rumah korban pada Minggu (6/7/2026). Benda menyerupai granat berwarna hitam yang dibawa drone sempat membuat warga khawatir.
Tak lama setelah kejadian, Tim Gegana Brimob Polri mendatangi lokasi untuk melakukan sterilisasi dan pemeriksaan. Petugas memasang garis polisi serta memeriksa barang bukti dan area sekitar rumah.
Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Made Gede Oka Utama mengatakan, setelah diperiksa, benda tersebut dipastikan bukan bahan peledak. 'Sudah kita cek dengan menerjunkan tim Gegana, itu mainan berbentuk granat,' kata Oka, Kamis (9/7/2026).
Menurut Oka, sebelum drone dikirim, Martin juga diduga menerima ancaman melalui pesan singkat. Korban diketahui berprofesi sebagai pengacara yang tengah menangani sejumlah perkara, baik sebagai kuasa hukum korban maupun pihak terlapor. 'Kebetulan korban menyampaikan tidak ada yang berkaitan dengan narkoba ataupun obat-obatan terlarang,' jelas Oka.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa tiga orang saksi, termasuk korban.
Martin mengatakan, drone yang jatuh di rumahnya membawa granat replika beserta secarik kertas berisi ancaman. 'Benda tersebut adalah sebuah drone yang diikat. Pada drone tersebut ada sebuah granat replika dan ada tulisan di sebuah kertas, yang isinya, "Ini baru permulaan",' ujar Martin.
Ia menduga aksi teror tersebut berkaitan dengan perkara hukum yang sedang ditanganinya di wilayah Jakarta Barat. 'Kami menyampaikan bahwa ini merupakan rangkaian yang terjadi sebelumnya, yaitu pada objek perkara atau persoalan hukum yang kami sedang tangani,' katanya. Martin juga mengungkapkan bahwa sebelum drone jatuh, dirinya sempat menerima ancaman melalui pesan WhatsApp.
Hingga kini, Polres Metro Depok masih menyelidiki pelaku dan motif di balik aksi teror tersebut.
Artikel Terkait
DPO Kasus Pemalsuan Meterai Ditemukan Tewas di Apartemen Depok, Diduga Bunuh Diri
Pengacara di Depok Diteror Pakai Granat Mainan
Polisi Sita Tali Pocong dari Komplotan Pencuri Motor di Depok, Begini Pengakuannya
Polisi Bekuk Komplotan Pencuri Motor di Depok, Temukan Tali Pocong pada Tersangka