Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (2/7). Kedatangan Lukashenko disambut dengan upacara kenegaraan yang dihadiri jajaran menteri Kabinet Merah Putih.
Lukashenko tiba di Istana Merdeka sekitar pukul 11.25 WIB dengan setelan jas biru. Sebelumnya, iring-iringan kendaraannya melintasi kawasan Monumen Nasional (Monas). Di kompleks Istana, rombongan dikawal 120 pasukan berkuda. Kedatangannya disambut siswa sekolah dasar, pasukan berpakaian adat, marching band, serta pertunjukan Tari Enggang dari Kalimantan Timur.
Presiden Prabowo yang mengenakan setelan jas abu-abu dan peci hitam menyambut langsung Lukashenko di halaman Istana Merdeka. Keduanya berjabat tangan sebelum mengikuti prosesi penyambutan resmi. Upacara diawali dengan lagu kebangsaan kedua negara yang diiringi 21 dentuman meriam, dilanjutkan inspeksi pasukan.
Setelah saling memperkenalkan delegasi, Prabowo dan Lukashenko menuju Ruang Kredensial untuk sesi foto bersama dan penandatanganan buku tamu kenegaraan. Kedua pemimpin kemudian menggelar pertemuan terbatas (tête-à-tête) di ruang kerja Presiden.
Bidik Kerja Sama Ketahanan Pangan
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia membidik penguatan kerja sama di bidang ketahanan pangan dan ketahanan energi. Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan, Indonesia dan Belarusia juga meluncurkan peta jalan (roadmap) hubungan bilateral di berbagai sektor.
"Pada hari ini juga akan diluncurkan suatu roadmap hubungan bilateral di berbagai sektor antara Indonesia dengan Belarusia," ujarnya kepada wartawan di Istana Kepresidenan Jakarta.
Menurut Sugiono, kerja sama di sektor ketahanan pangan menjadi fokus utama, sejalan dengan program pemerintah. "Kepentingan kita yang utama, karena ini juga sesuai dengan program Bapak Presiden terutama di bidang ketahanan pangan dan ketahanan energi, kerja sama yang lebih intensif di bidang ini juga akan dimantapkan. Beberapa produk pertanian dan khususnya bahan baku pupuk juga akan dikerjasamakan antara Belarusia dan Indonesia," kata dia.
Sugiono juga mengungkapkan forum bisnis Indonesia-Belarusia yang digelar sebelumnya menghasilkan potensi kerja sama senilai sekitar USD 500 juta atau sekitar 8,9 triliun rupiah. "Kalau saya tidak salah laporannya itu USD 500 juta. Dan saya kira ini juga kedua presiden sepakat bahwa angka-angka yang ada, baik di bidang perdagangan maupun investasi, merupakan angka-angka yang perlu peningkatan untuk kemajuan kedua negara," ujarnya.
Kunjungan Lukashenko merupakan kunjungan balasan setelah Prabowo mengunjungi Belarusia pada 15 Juli 2025 lalu. Menurut Sugiono, hubungan bilateral kedua negara kini memasuki tahap baru yang lebih intensif.
Prabowo Akan ke Minsk, Balas Kunjungan Lukashenko
Prabowo menyatakan akan melakukan kunjungan balasan ke Belarusia. "Yang Mulia Presiden Lukashenko, delegasi yang saya hormati, sekali lagi saya ingin menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas kunjungan kenegaraan Yang Mulia untuk kedua kalinya ke Indonesia. Tentunya saya juga akan membalas kunjungan ini," kata Prabowo dalam joint press statement di Istana Merdeka.
Menurut Prabowo, kunjungan Lukashenko menjadi momentum untuk memperkuat hubungan bilateral. "Kunjungan ini akan semakin memperkuat kemitraan Indonesia-Belarus serta menghasilkan kerja sama konkret yang akan memberi manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara," ujarnya.
RI-Belarusia Luncurkan Roadmap Kerja Sama 2026-2030
Indonesia dan Belarus resmi meluncurkan peta jalan penguatan kerja sama bilateral periode 2026-2030. Dokumen tersebut akan menjadi kerangka pengembangan hubungan kedua negara selama lima tahun ke depan, mencakup berbagai sektor mulai dari ketahanan pangan, ekonomi, perdagangan, industri hingga sosial budaya.
"Hari ini kedua negara telah meluncurkan peta jalan penguatan kerja sama Indonesia-Belarus 2026-2030 yang akan menjadi kerangka bagi pengembangan hubungan bilateral selama 5 tahun ke depan. Peta jalan ini mencerminkan komitmen bersama untuk kerja sama yang lebih terarah dan konkret," ujar Prabowo.
Di sektor ketahanan pangan, Prabowo menyebut Indonesia dan Belarus memiliki potensi yang saling melengkapi, terutama dalam pengembangan pertanian modern dan teknologi. "Di bidang ketahanan pangan kita bertekad untuk terus meningkatkan kerja sama. Indonesia dan Belarus memiliki potensi yang saling melengkapi untuk memperkuat kerja sama di bidang pertanian modern, pupuk, alat dan teknologi pertanian serta alat berat," ucapnya.
Pada sektor ekonomi, kedua negara sepakat memperluas kemitraan yang mendukung agenda pembangunan nasional masing-masing. "Di bidang ekonomi kami sepakat untuk terus memperluas kemitraan yang mendukung agenda pembangunan nasional kedua negara. Ke depan kerja sama akan difokuskan pada pengembangan industri, modernisasi pertanian, penguatan rantai pasok serta kerja sama teknologi," kata Prabowo.
Prabowo mengapresiasi Belarus yang telah merampungkan proses ratifikasi Perjanjian Perdagangan Bebas antara Indonesia dan Eurasian Economic Union (Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement). "Di bidang perdagangan kami apresiasi Belarus telah menyelesaikan proses ratifikasi perjanjian Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement. Kami juga sedang melakukan proses ratifikasi tersebut," ujarnya.
Di bidang industri, Prabowo menilai masih terdapat peluang besar untuk meningkatkan investasi dan membangun joint venture. "Di bidang industri kami melihat peluang besar untuk meningkatkan investasi dan joint venture antara pelaku usaha kedua negara khususnya pada industri manufaktur, otomotif, kendaraan berat dan agroindustri," katanya.
Sementara di bidang sosial budaya dan pengembangan sumber daya manusia, kedua negara akan mempererat kerja sama melalui pertukaran budaya serta kemitraan antarlembaga pendidikan dan pelatihan vokasi. "Sementara di bidang sosial budaya dan pembangunan sumber daya manusia kami mendorong kerja sama yang lebih erat melalui pertukaran budaya, penguatan kemitraan antara institusi pendidikan dan pelatihan vokasi," tutur Prabowo.
Artikel Terkait
Belarus Siap Dukung Ketahanan Pangan Indonesia Lewat Transfer Teknologi dan Industri
Zulhas: Koperasi Desa Merah Putih Jadi Off-Taker untuk Jamin Pasar Petani dan Nelayan
Menjaga Episentrum Ekonomi di Tengah Tekanan Kapitalisme Global
Wamendagri Dorong Pemda Perkuat Sektor Kelautan dan Perikanan untuk Ketahanan Pangan