Polisi Gugur, Dua Anggota Hilang saat Penggerebekan Narkoba di Katingan

- Kamis, 02 Juli 2026 | 16:35 WIB
Polisi Gugur, Dua Anggota Hilang saat Penggerebekan Narkoba di Katingan

Seorang anggota Satresnarkoba Polres Katingan gugur dan dua lainnya hilang dalam operasi penindakan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri telah menurunkan tim untuk membantu pencarian dan pengamanan.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menyatakan pihaknya akan melakukan dukungan penuh terhadap jajaran di lapangan. "Kami akan melakukan backup penuh terhadap jajaran di lapangan, baik dalam proses pencarian anggota yang masih belum ditemukan, pengamanan wilayah, maupun pengungkapan tuntas jaringan narkotika dan pelaku penyerangan terhadap anggota Polri," ujarnya dalam keterangan, Kamis (2/7/2026).

Tim gabungan saat ini masih mencari dua personel yang belum ditemukan, mengamankan lokasi kejadian, serta mendalami keterlibatan para pelaku yang diduga menyerang petugas. Brigjen Eko juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Aipda Yudhie Perdana Putra. "Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Aipda Yudhie Perdana Putra yang gugur saat menjalankan tugas memberantas peredaran narkotika. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," kata Eko Hadi.

Brigjen Eko menegaskan setiap operasi pemberantasan narkotika akan dievaluasi agar personel memiliki kesiapan maksimal. "Setiap pelaksanaan penindakan harus dipersiapkan secara matang, mulai dari perencanaan operasi, pemetaan potensi ancaman, hingga kekuatan personel dan perlengkapan. Keselamatan anggota merupakan prioritas tanpa mengurangi ketegasan dalam pemberantasan narkotika," imbuhnya.

Penggerebekan terhadap bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei pada Rabu (1/7) dini hari mendapat perlawanan. Dalam operasi tersebut, Aipda Yudhie meninggal dunia, sementara dua anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, belum diketahui keberadaannya.

Peristiwa bermula saat Satresnarkoba Polres Katingan menindaklanjuti informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di desa tersebut. Hasil penyelidikan mengarah kepada target operasi berinisial BIO, seorang residivis kasus narkotika. Sebanyak 12 personel diterjunkan dalam operasi itu. Setiba di lokasi, tim dibagi menjadi dua kelompok: satu melakukan penindakan di rumah target, satunya bersiaga sebagai pendukung.

Saat penangkapan berlangsung, target berhasil diamankan. Namun situasi berubah ketika beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan parang. Berdasarkan laporan kepolisian, massa kemudian bertambah dan menyerang dengan senjata tajam serta senjata api rakitan. Personel berupaya menyelamatkan diri sambil meminta bantuan. Sejumlah anggota terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan. Aipda Yudhie ditemukan meninggal dengan luka akibat senjata tajam, sementara Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri masih dalam pencarian.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terpopuler