Istri di Purwokerto Tega Habisi Nyawa Suami, Diduga Ingin Nikah Lagi dan Sewa Eksekutor

- Jumat, 03 Juli 2026 | 06:45 WIB
Istri di Purwokerto Tega Habisi Nyawa Suami, Diduga Ingin Nikah Lagi dan Sewa Eksekutor

Seorang istri di Purwokerto nekat membunuh suaminya sendiri karena diduga ingin menikah lagi dengan pria lain. Tak hanya merencanakan pembunuhan, perempuan berinisial IF alias Y (61) itu bahkan menyewa pembunuh bayaran untuk mengeksekusi korban, EMS (67), warga Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Peristiwa ini terungkap setelah korban ditemukan tewas di kediamannya pada Sabtu, 27 Juni 2026, dini hari. Saat ditemukan, korban dalam posisi terlentang tertutup kain di atas tempat tidur. Polisi yang datang ke lokasi mencium kejanggalan karena terdapat luka lebam di kepala dan darah mengucur dari telinga korban.

Kecurigaan polisi semakin kuat ketika IF menolak melaporkan kematian suaminya ke pihak berwajib. Ia justru meminta warga untuk segera memandikan dan memakamkan jenazah. Warga yang melihat keanehan itu kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

"Warga bersama perangkat setempat sepakat melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian. Kami kemudian melakukan olah TKP, pemeriksaan saksi," ungkap Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Petrus P Silalahi.

Dalam pemeriksaan, IF kerap memberikan keterangan yang berubah-ubah. Hal ini memperkuat dugaan adanya rekayasa. Polisi akhirnya menemukan bukti bahwa IF diduga terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan pembunuhan terhadap suaminya sendiri.

"Dari hasil penyelidikan dan gelar perkara, kami menetapkan satu orang tersangka, yakni istri sah korban sendiri, IF alias Y (61). Penetapan tersangka ini didasarkan pada alat bukti yang cukup serta hasil pemeriksaan saksi-saksi," imbuh Petrus.

Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain pakaian korban yang berlumuran darah, sprei, potongan kayu, pisau, kabel wifi, rekaman CCTV dalam flashdisk, dokumen pribadi, dan telepon genggam milik tersangka. Saat ini polisi masih menunggu hasil autopsi jenazah korban untuk memperkuat konstruksi hukum.

"Kami berkomitmen menuntaskan kasus ini secara profesional dan transparan," ucap Petrus.

Kepolisian masih memburu dua terduga pelaku lain yang diduga berperan sebagai eksekutor dan telah kabur ke luar kota.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags