Timnas Senegal Tetap Salat Jumat di Tengah Peringatan Cuaca Buruk Saat Persiapan Piala Dunia

- Senin, 29 Juni 2026 | 09:00 WIB
Timnas Senegal Tetap Salat Jumat di Tengah Peringatan Cuaca Buruk Saat Persiapan Piala Dunia

Para pemain tim nasional Senegal menghadiri salat Jumat di sebuah masjid di New Jersey, Amerika Serikat, di tengah persiapan mereka menghadapi pertandingan krusial di babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026. Dipimpin oleh bintang-bintang utama seperti Sadio Mané dan Kalidou Koulibaly, skuad berjuluk Lions of Teranga ini tetap memprioritaskan kewajiban ibadah meskipun sedang fokus penuh pada turnamen sepak bola terbesar di dunia.

Momen ini menjadi viral dan menuai kekaguman luar biasa karena para pemain tetap berangkat ke masjid meskipun wilayah New Jersey saat itu sedang dilanda peringatan cuaca buruk dan angin kencang. Petugas keamanan hotel sempat menyarankan tim untuk tetap berada di dalam ruangan demi keselamatan, namun komitmen spiritual yang kuat membuat tim tetap memilih keluar untuk beribadah secara berjamaah bersama komunitas Muslim lokal.

Menanggapi pertanyaan jurnalis Amerika mengenai risiko yang diambil tim di tengah badai, pelatih kepala Senegal, Pape Thiaw, memberikan jawaban yang sangat menyentuh hati dan sarat akan nilai ketakwaan:

"Anda takut pada angin, sedangkan kami takut kepada Allah yang menciptakan angin tersebut. Bahkan jika hari ini adalah babak final Piala Dunia dan kami bermain di dalamnya, kami akan tetap keluar untuk melaksanakan salat Jumu'ah, meskipun itu harus mengorbankan trofi juara. Karena nilai-nilai dan prinsip hidup kami akan selalu berada di atas hasil olahraga apa pun."

Kehadiran tokoh sepak bola dunia seperti Sadio Mané di New Jersey menarik perhatian besar dari masyarakat sekitar. Ribuan jamaah dan pencinta sepak bola lokal berkumpul di sekitar pusat Islam setempat untuk memberikan sambutan yang luar biasa hangat sekaligus mendoakan keselamatan serta kesuksesan tim Senegal. Langkah timnas Senegal dipuji secara luas di media sosial sebagai pengingat global bahwa sepak bola hanyalah sebuah permainan, sementara nilai spiritual dan kerendahan hati tetap menjadi fondasi utama.

Senegal akan menghadapi Belgia di babak gugur 32 besar pada Kamis 2 Juli 2026 pukul 03.00 WIB di Stadion Lumen Field, Seattle, Amerika Serikat.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags