Reporter AS Minta Maaf Usai Hina Bosnia Jelang Laga Piala Dunia

- Senin, 29 Juni 2026 | 10:00 WIB
Reporter AS Minta Maaf Usai Hina Bosnia Jelang Laga Piala Dunia

Seorang reporter televisi Amerika Serikat, Abigail Velez, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah komentarnya tentang Bosnia dan Herzegovina dianggap tidak sensitif. Pernyataan itu dilontarkan saat ia membawakan segmen berita menjelang pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Amerika Serikat dan Bosnia.

Dalam siaran tersebut, Velez mengaku tidak mengetahui letak Bosnia di peta dan tidak tertarik mempelajari negara itu. Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa Amerika Serikat akan menang. "Satu hal tentang Bosnia adalah saya bahkan tidak bisa menunjukkan letaknya di peta. Saya tidak tahu apa pun tentang Bosnia dan Herzegovina, dan saya juga tidak ingin tahu. Yang saya tahu adalah Tim AS kembali. Kami lebih baik dari sebelumnya," ujarnya.

Pernyataan itu langsung menuai kritik di media sosial. Banyak pihak menilai komentar Velez merendahkan negara yang tengah mencatat sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026. Bosnia, dengan populasi kurang dari 3,5 juta jiwa, menjadi salah satu negara kecil yang sukses menembus babak gugur.

Menanggapi gelombang kecaman, Velez meminta maaf melalui media sosial. "Dalam upaya yang kurang tepat untuk sedikit bersenang-senang dengan kompetisi Piala Dunia, saya kebablasan dan membuat komentar yang tidak bijaksana di siaran langsung yang tidak sensitif dan tidak pantas," tulisnya. Ia menambahkan, "Saya meminta maaf kepada rakyat Bosnia dan tim nasional sepak bola Bosnia. Piala Dunia seharusnya menjadi ajang yang menyatukan masyarakat dari seluruh dunia."

Timnas Amerika Serikat asuhan Mauricio Pochettino dijadwalkan menghadapi Bosnia dan Herzegovina di San Francisco pada babak 32 besar. Velez menutup pernyataannya dengan mendoakan seluruh peserta yang masih bertanding.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags