Seorang reporter televisi Amerika Serikat, Abigail Velez, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah komentarnya tentang Bosnia dan Herzegovina dianggap tidak sensitif. Pernyataan itu dilontarkan saat ia membawakan segmen berita menjelang pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Amerika Serikat dan Bosnia.
Dalam siaran tersebut, Velez mengaku tidak mengetahui letak Bosnia di peta dan tidak tertarik mempelajari negara itu. Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa Amerika Serikat akan menang. "Satu hal tentang Bosnia adalah saya bahkan tidak bisa menunjukkan letaknya di peta. Saya tidak tahu apa pun tentang Bosnia dan Herzegovina, dan saya juga tidak ingin tahu. Yang saya tahu adalah Tim AS kembali. Kami lebih baik dari sebelumnya," ujarnya.
Pernyataan itu langsung menuai kritik di media sosial. Banyak pihak menilai komentar Velez merendahkan negara yang tengah mencatat sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026. Bosnia, dengan populasi kurang dari 3,5 juta jiwa, menjadi salah satu negara kecil yang sukses menembus babak gugur.
Menanggapi gelombang kecaman, Velez meminta maaf melalui media sosial. "Dalam upaya yang kurang tepat untuk sedikit bersenang-senang dengan kompetisi Piala Dunia, saya kebablasan dan membuat komentar yang tidak bijaksana di siaran langsung yang tidak sensitif dan tidak pantas," tulisnya. Ia menambahkan, "Saya meminta maaf kepada rakyat Bosnia dan tim nasional sepak bola Bosnia. Piala Dunia seharusnya menjadi ajang yang menyatukan masyarakat dari seluruh dunia."
Timnas Amerika Serikat asuhan Mauricio Pochettino dijadwalkan menghadapi Bosnia dan Herzegovina di San Francisco pada babak 32 besar. Velez menutup pernyataannya dengan mendoakan seluruh peserta yang masih bertanding.
Artikel Terkait
Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Dimulai, Brasil vs Jepang Jadi Laga Pembuka
AC Milan Agresif di Bawah Amorim, Mason Mount Masuk Radar
Belanda Hadapi Maroko dengan Pertahanan Rawan, Koeman Waspada
Vinicius Junior Jadi Andalan Brasil Hadapi Jepang di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026