Belanda akan menghadapi Maroko di babak 32 besar Piala Dunia 2026, besok pagi. Tim asuhan Ronald Koeman datang dengan status juara Grup F, tetapi masalah di lini belakang menjadi ancaman serius.
De Oranje mengoleksi tujuh poin dari tiga laga, unggul atas Jepang, Swedia, dan Tunisia. Namun, catatan kebobolan di tujuh pertandingan beruntun menjadi alarm. Sepanjang turnamen, Belanda sudah kebobolan empat gol, dan Koeman mengakui hal itu perlu diperbaiki.
“Satu atau dua pemain tidak berada di posisi yang tepat, pemain tidak terblokir, dan itulah hal-hal yang akan kami diskusikan,” ujarnya.
Meski demikian, Koeman juga menyoroti ketajaman lini depannya yang telah mencetak sepuluh gol. “Kebobolan adalah bagian dari permainan, dan kami juga telah mencetak 10 gol dalam tiga pertandingan,” tegasnya.
Belanda belum pernah menjuarai Piala Dunia, dengan capaian terbaik sebagai runner-up pada 1974, 1978, dan 2010. Di edisi 2022, mereka terhenti di perempat final oleh Argentina. Kemenangan atas Maroko akan membawa mereka ke babak 16 besar melawan Afrika Selatan atau Kanada, dan berpotensi bertemu Jerman atau Prancis di perempat final.
Namun, Koeman enggan berpikir terlalu jauh. Legenda AC Milan dan Barcelona itu bahkan tidak menganggap timnya sebagai favorit. “Saya tidak yakin apakah kami favorit dalam pertandingan melawan Maroko. Kita perlu mempersiapkan diri untuk Maroko, karena itu akan menjadi pertandingan besar. Mereka tim yang bagus dengan banyak kualitas, dan mereka dapat mencetak gol dengan mudah,” tandasnya.
Di sisi lain, Maroko datang dengan kepercayaan diri tinggi. Setelah menahan imbang Brasil di Grup C, lalu mengalahkan Skotlandia 1-0 dan Haiti 4-2, Singa Atlas yakin bisa bersaing. Pelatih Mohamed Ouahbi menegaskan timnya siap menghadapi siapa pun.
“Yah, pertandingan melawan Brasil menjadi titik acuan. Intinya, kami siap. Dan saya pikir kami telah berhasil menunjukkan bahwa kami mampu melakukan banyak hal,” tegasnya.
Maroko kemungkinan akan menurunkan Noussair Mazraoui, Issa Diop, Ayyoub Bouaddi, dan Azzedine Ounahi sebagai starter. Achraf Hakimi dan Brahim Diaz juga dipertahankan. Ismael Saibari, yang akan pindah ke Bayern Munchen musim panas ini, telah mencetak tiga gol di Piala Dunia 2026 dan akan memimpin lini depan.
Belanda sendiri sempat khawatir dengan cedera Denzel Dumfries dan Brian Brobbey, namun keduanya dinyatakan fit. Micky van de Ven diperkirakan akan menggantikan Nathan Ake di bek kiri, menjadi satu-satunya perubahan dari tim yang mengalahkan Tunisia. Memphis Depay, Justin Kluivert, dan Crysencio Summerville masih menunggu di bangku cadangan.
Kedua tim pernah bertemu tiga kali sebelumnya, termasuk di babak grup Piala Dunia 1994 yang dimenangkan Belanda 2-1.
Prakiraan Pemain
Belanda (4-3-3): Verbruggen; Dumfries, Van Dijk, Van Hecke, Van de Ven; Gravenberch, F de Jong, Reijnders; Malen, Brobbey, Gakpo
Maroko (4-2-3-1): Bono; Hakimi, Diop, Riad, Mazraoui; El Aynaoui, Bouaddi; Brahim, Ounahi, El Khannouss; Saibari
Artikel Terkait
AC Milan Agresif di Bawah Amorim, Mason Mount Masuk Radar
Reporter AS Minta Maaf Usai Hina Bosnia Jelang Laga Piala Dunia
Vinicius Junior Jadi Andalan Brasil Hadapi Jepang di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Banyuwangi BMX Supercross 2026: Ajang Balap Dunia yang Menggerakkan Ekonomi Warga