Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menghancurkan delapan fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain dalam serangan rudal balistik dan drone yang dilancarkan pada Minggu dini hari, 28 Juni 2026. Serangan itu disebut sebagai balasan atas operasi militer AS terhadap wilayah Iran.
Dalam pernyataan yang dilansir media IRIB, Senin 29 Juni 2026, IRGC menyebut serangan menyasar Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait serta sejumlah fasilitas yang digunakan Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain. Operasi dilakukan secara bersama oleh satuan angkatan laut dan kedirgantaraan menggunakan rudal balistik serta drone.
Menurut IRGC, serangan itu merupakan respons atas serangan militer AS terhadap fasilitas Iran di Sirik dan Pulau Qeshm. Kelompok tersebut menyebut operasi itu sebagai salah satu serangan langsung terbesar Iran terhadap aset militer AS di kawasan sejak konflik pecah pada 28 Februari lalu.
Serangan tersebut juga terjadi beberapa jam setelah meningkatnya ketegangan di perairan Teluk. Klaim IRGC disampaikan di tengah masih rapuhnya upaya diplomasi antara Washington dan Teheran.
Sebelumnya, kedua negara menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik. Namun, bentrokan di lapangan masih terus berlangsung sehingga kesepakatan tersebut belum mampu menghentikan eskalasi. Konflik antara Iran dan AS kini telah memasuki bulan kedua tanpa adanya terobosan diplomatik yang berarti.
Artikel Terkait
Harga Gas Bukan Satu-satunya Penyebab Pelemahan Daya Saing Industri
Jokowi Injak Kepala Kerbau dalam Prosesi Adat, PDIP: Lambang Kami Banteng Moncong Putih
Yamaha Tutup Peluang Lahirnya RX-King Baru, Ini Alasannya
Program Makan Bergizi Gratis Dinilai Dorong Ekonomi Lokal dan Serap Hasil Petani