Yamaha Tutup Peluang Lahirnya RX-King Baru, Ini Alasannya

- Senin, 29 Juni 2026 | 11:00 WIB
Yamaha Tutup Peluang Lahirnya RX-King Baru, Ini Alasannya

Yamaha RX-King, motor sport 2-tak legendaris yang namanya masih berkibar di Indonesia, dipastikan tidak akan hadir lagi dalam versi baru. Pabrikan asal Jepang itu tetap pada keputusannya untuk tidak menghidupkan kembali motor yang hingga kini masih diburu dalam kondisi bekas, apalagi yang jarak tempuhnya rendah dan orisinal.

Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Rifki Maulana, membeberkan alasan di balik sikap tersebut. Menurutnya, pada akhir era produksi RX-King, Yamaha sudah berupaya keras agar motor 2-tak ini memenuhi regulasi emisi yang berlaku.

"Ya salah satunya dengan cara memberikan katalisator di knalpot untuk memenuhi regulasi Euro-2. Namun konsumen malah tidak puas dengan itu dan mengganti knalpotnya dengan versi yang sebelumnya. Jadi ya memang akan sulit untuk membuat motor yang beredar nantinya tetap memenuhi standardisasi yang diinginkan pemerintah," ujar Rifki dalam pernyataan resminya.

Ia menambahkan, Yamaha telah melakukan berbagai langkah untuk mendukung program pemerintah dalam menciptakan sepeda motor yang lebih ramah lingkungan. Semua tipe motor yang diproduksi saat ini mengacu pada aturan yang ada.

"Ya kami di brand sepeda motor juga sadar apa yang diinginkan konsumen itu adalah hal yang wajar. Namun tentu Yamaha tidak berdiam diri dan mengembangkan sepeda motor lain yang walaupun platform mesinnya berbeda, namun sensasi berkendaranya tetap sesuai dan memenuhi ambisi yang sama dengan RX-King," kata Rifki.

Dengan pernyataan ini, harapan para penggemar untuk melihat RX-King anyar meluncur dari pabrikan Yamaha Indonesia harus pupus. Motor yang sempat menjadi idola itu kini hanya bisa dinikmati dalam versi second, dengan harga yang terus meroket di pasar motor bekas.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags