Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan bahwa Atambua, Nusa Tenggara Timur, memiliki peran penting dalam sejarah penerbangan dunia. Kota itu pernah menjadi titik transit dalam penerbangan jarak jauh pertama dari Inggris menuju Australia pada 1919, yang dikenal sebagai Great Air Race.
"Atambua sudah menjadi titik transit untuk penerbangan pertama, setelah industri penerbangan pesawat ditemukan pada tahun 1903," kata Tito dalam keterangan tertulis, Senin (29/6/2026).
Pernyataan itu disampaikan Tito di Bandar Udara A. A. Bere Tallo, Kabupaten Belu, NTT, Minggu (28/6). Dalam kesempatan itu, ia menerima dokumentasi sejarah dari Wali Kota Darwin, Australia, Peter Styles. Dokumen tersebut mencatat bahwa Atambua menjadi pemberhentian terakhir sebelum pesawat tiba di Darwin dalam rute bersejarah tersebut.
Menurut Tito, pesawat pertama kali ditemukan oleh Wright Bersaudara asal Amerika Serikat pada 1903. Sekitar 16 tahun kemudian, penerbangan jarak jauh dari London menuju Darwin menempuh sejumlah titik transit di sepanjang rute, termasuk di Indonesia. "Di wilayah Indonesia terdapat sekitar empat titik persinggahan. Selain singgah di Jakarta, pesawat juga singgah di Atambua," ujarnya.
"Sejarah sudah memberi tahu kita bahwa Atambua adalah tempat yang monumental dan bersejarah untuk perjalanan ini," tambah Tito.
Ia menegaskan bahwa potongan sejarah ini memperkuat hubungan antara Indonesia dan Australia, khususnya antara Atambua dan Darwin. Menurutnya, hubungan kedua wilayah telah terjalin sejak awal perkembangan penerbangan modern sehingga layak terus dipelihara dan diperkuat.
"Terima kasih banyak kepada Wali Kota Darwin, masih mengingat dan menghafal perjalanan bersejarah ini, bahwa Atambua juga dimasukkan dalam sejarah Darwin, karena perjalanan tersebut," tandasnya.
Artikel Terkait
Ayah dan Anak Selamat Setelah Empat Hari Tertimbun Reruntuhan Gempa Venezuela
Roy Suryo Gugat Penggeledahan Rumah ke Praperadilan
HUT ke-499 Jakarta, Ragunan Catat Rekor 135.500 Pengunjung dalam Sehari
Jemaah Haji Kloter 17 Debarkasi Banjarmasin Tiba di Tanah Air