Malam itu, Senin (27/4), sebuah taksi listrik Green SM tiba-tiba berhenti di tengah rel. Lokasinya persis di dekat Stasiun Bekasi Timur. Tak lama kemudian, sebuah KRL dari arah Cikarang menuju Jakarta datang dan menabraknya. Begitulah awal dari rangkaian peristiwa tragis yang berujung petaka besar.
Yang bikin runyam, kejadian ini bukan cuma satu tabrakan. Ada efek domino yang mengerikan. KRL yang menabrak taksi itu akhirnya ikut terhenti di jalur. Warga sekitar berdatangan, coba membantu evakuasi. Tapi di sisi lain, masalah baru muncul.
KRL lain yang melaju ke arah Cikarang terpaksa berhenti lebih lama di Stasiun Bekasi Timur. Imbasnya? Ya karena insiden di lintasan tadi. Nah, KRL yang lagi nunggu di stasiun inilah yang kemudian dihantam oleh KA Argo Bromo Anggrek yang melaju kencang dari arah Jakarta. Tabrakan susulan itu memakan korban jiwa: 15 orang meninggal dunia, 88 lainnya luka-luka.
Dari situ, polisi mulai menguak apa yang sebenarnya terjadi. Setidaknya ada lima fakta yang mulai terang benderang soal taksi Green SM ini. Salah satunya soal penyebab kenapa mobil itu mogok di tempat yang paling salah.
Korsleting Jadi Biang Kerok
Menurut polisi, taksi listrik itu mengalami gangguan kelistrikan. Bukan karena sopirnya ceroboh atau sengaja berhenti. Kompol Sandhi Wiedyanoe dari Korlantas Polri bilang, masalahnya murni korsleting.
“Kecelakaan ini diakibatkan dari korsleting atau permasalahan elektrik dari kendaraan taksi roda empat elektrik. Di mana tepat permasalahan itu terjadi di perlintasan Ampera, perlintasan rel kereta api di Ampera,” jelasnya.
Sandhi juga menambahkan, peristiwa itu langsung mengganggu perjalanan KRL lain dari arah berlawanan. Saat KRL lain masih tertahan di Stasiun Bekasi Timur menunggu situasi aman datanglah KA Argo Bromo Anggrek dengan kecepatan tinggi. Dan sisanya, kita semua tahu. Tabrakan yang tak terhindarkan.
Artikel Terkait
Misi Dagang Jatim di Malaysia Capai Transaksi Rp15,25 Triliun, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Wakapolri Soroti Tata Kelola Keuangan, Tiga Polda Raih Penghargaan IKPA Terbaik
Korban Tewas Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang
Pencegahan Korupsi Mandul, Pengawasan Internal di K/L dan Pemda Dinilai Tak Efektif