Ritual Presiden ke-7 RI Joko Widodo menginjak kepala kerbau saat menghadiri kegiatan di Lampung memicu beragam tafsir politik. Sebagian pihak mengaitkan simbol tersebut dengan kesiapan Partai Solidaritas Indonesia, yang kini dibina Jokowi, untuk menantang dominasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
Namun, pengamat politik Nurul Fatta menilai tafsir itu terlalu jauh. Menurutnya, sekalipun ada keinginan menjadikan PSI sebagai penantang utama PDIP, jalan yang harus ditempuh masih sangat panjang.
"Oh, tidak sejauh itu. Dan juga tidak mudah. Kalaupun ada niatan seperti itu, mimpinya terlalu tinggi. PDIP adalah partai yang sudah memiliki pondasi kuat dan tembok pertahanannya solid," kata Nurul Fatta kepada RMOL, Senin, 29 Juni 2026.
Ia menegaskan, kekuatan PDIP sebagai salah satu partai besar di Indonesia tidak mudah digoyang hanya dengan mengandalkan kehadiran Jokowi di PSI. "Jangankan PSI, partai-partai yang sudah lebih senior dari PSI pun akan kesulitan jika dikatakan ingin menumbangkan PDIP," ujarnya.
Karena itu, Nurul Fatta berpandangan bahwa mengaitkan ritual Jokowi di Lampung dengan upaya PSI menjatuhkan dominasi PDIP merupakan tafsir yang berlebihan dan belum memiliki dasar politik yang kuat.
Artikel Terkait
Safari Politik Jokowi Dinilai Berpotensi Picu Kegaduhan dan Menggoyang Prabowo-Megawati
Safari Politik Jokowi di Lampung: Ritual Adat Dinilai Jadi Instrumen Dongkrak Publisitas PSI
Langkah Jokowi Bersama PSI Dinilai Tak Akan Berpengaruh Maksimal
Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung Ditafsir sebagai Sinyal Tantangan ke PDIP