Iran Timbang-Timbang Kesepakatan Damai dengan AS, Soroti Pelanggaran Gencatan Senjata

- Selasa, 21 April 2026 | 06:25 WIB
Iran Timbang-Timbang Kesepakatan Damai dengan AS, Soroti Pelanggaran Gencatan Senjata

Iran belum mau ambil keputusan soal kemungkinan kesepakatan damai dengan Amerika Serikat. Pemerintah di Teheran masih menimbang-nimbang, sambil menyoroti sejumlah pelanggaran yang mereka klaim dilakukan AS meski gencatan senjata sudah disepakati.

Menlu Iran, Abbas Araghchi, ngobrol lewat telepon dengan koleganya dari Pakistan, Ishaq Dar, Senin lalu. Mereka bahas isu gencatan senjata itu. Menurut siaran pers Iran, Araghchi bilang negaranya sedang "mempertimbangkan semua aspek" dulu sebelum menentukan langkah selanjutnya.

“Kami akan memutuskan bagaimana melanjutkan,” ujarnya, seperti dikutip AFP, Selasa (21/4/2026).

Di sisi lain, Iran tetap berterima kasih pada Pakistan yang jadi mediator. Tapi, nada bicara mereka keras terhadap Washington. Pernyataan resmi Kemenlu Iran menyebut "tindakan provokatif" dan pelanggaran berulang AS sebagai penghalang besar buat diplomasi. Mereka khususnya menyebut ancaman terhadap kapal dagang Iran dan retorika panas dari pejabat AS yang dinilai kontradiktif.

Meski situasinya tegang, kedua menteri sepakat konsultasi harus terus berjalan demi stabilitas kawasan.

Suara lain datang dari Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Lewat akun X-nya, dia mengingatkan ketidakpercayaan historis Iran terhadap AS masih sangat dalam.

“Pendekatan tidak konstruktif pejabat AS beberapa hari terakhir cuma bawa pesan pahit: mereka mau Iran menyerah,” tulis Pezeshkian.

Dia menegaskan rakyat Iran takkan tunduk pada paksaan dari luar.

“Rakyat Iran tidak akan tunduk pada paksaan,” tegasnya singkat.

Klaim soal perdamaian ini sebelumnya justru datang dari kubu AS. Presiden Donald Trump bilang ke reporter Fox News, Maria Bartiromo, bahwa AS dan Iran sebentar lagi akan tandatangani perjanjian damai. Lokasinya di Islamabad, Pakistan.

Wawancara telepon itu, dilaporkan Anadolu Agency, tapi waktu pastinya nggak jelas. Trump bahkan ancam kalau kesepakatan nggak jadi, dia akan "meledakkan setiap pembangkit listrik dan jembatan di Iran."

Sebelumnya, di hari Minggu (19/4), Trump umumkan kalau Wakil Presiden JD Vance, plus utusan Steve Witkoff dan Jared Kushner, akan terbang ke Islamabad. Mereka yang akan jadi ujung tombak negosiasi putaran baru dengan Iran.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar