Bulog Sulselbar Siapkan Pembangunan 11 Gudang Beras untuk Perkuat Ketahanan Pangan

- Selasa, 28 April 2026 | 15:00 WIB
Bulog Sulselbar Siapkan Pembangunan 11 Gudang Beras untuk Perkuat Ketahanan Pangan

MAKASSAR Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) sedang menyiapkan langkah besar. Mereka merancang pembangunan 11 gudang baru di sejumlah titik strategis. Ini bukan proyek dadakan, tapi bagian dari penguatan infrastruktur logistik pangan yang sudah direncanakan matang.

Tujuannya jelas: menjaga stabilitas pasokan beras dan memperkuat ketahanan pangan di kawasan timur Indonesia. Di sisi lain, ini juga jadi jawaban atas kebutuhan distribusi yang selama ini kadang tersendat.

Fahrurozi, Kepala Kanwil Bulog Sulselbar, bilang kalau rencana ini masih di tahap awal. Belum ada groundbreaking atau semacamnya. Masih jauh.

“Proses masih berada pada tahap feasibility study dan uji kelayakan tanah (soil test), termasuk mengukur daya dukung lahan untuk pembangunan gudang berkapasitas sekitar 1.000 ton,” katanya, Sabtu (25/4).

Studi Kelayakan dan Uji Tanah: Fondasi yang Tak Boleh Asal

Menurut Fahrurozi, tahap studi kelayakan itu penting banget. Bukan cuma formalitas. Ini untuk memastikan gudang yang dibangun nanti benar-benar optimal dan sesuai standar teknis. Kalau asal-asalan, bisa-bisa ambruk atau mubazir.

Uji tanah sendiri dilakukan untuk mengecek beberapa hal:

  • Kekuatan struktur lahan
  • Stabilitas tanah terhadap beban
  • Kelayakan konstruksi jangka panjang

Setiap gudang dirancang punya kapasitas sekitar ±1.000 ton. Kalau semua jadi, daya tampung beras di Sulselbar bakal naik drastis. Lumayan buat mengantisipasi musim paceklik atau lonjakan permintaan.

Sebelas titik gudang baru ini rencananya tersebar di daerah-daerah yang punya peran penting dalam rantai pasok pangan. Mulai dari sentra produksi sampai jalur distribusi. Beberapa di antaranya:

  • Pinrang
  • Bone
  • Wajo
  • Parepare
  • Palopo
  • Bulukumba
  • Mamasa
  • Selayar

Wilayah-wilayah itu dipilih bukan tanpa alasan. Ada yang jadi lumbung padi, ada pula yang jadi pintu masuk distribusi ke daerah lain. Jadi, gudang-gudang ini bakal memangkas jarak tempuh logistik.

Bukan Sekadar Tempat Nyimpen Beras

Pembangunan gudang ini nggak cuma buat nambah kapasitas penyimpanan. Lebih dari itu, soal efisiensi. Bayangkan, kalau gudang lebih dekat ke sawah atau ke pasar, biaya angkut bisa ditekan.

Dengan begitu, Bulog bisa:

  • Mempercepat penyaluran beras ke masyarakat
  • Mengurangi biaya logistik
  • Menjaga kualitas beras selama penyimpanan
  • Mengantisipasi lonjakan permintaan

Langkah ini dinilai strategis. Apalagi kalau harga beras lagi naik-turun di pasar. Dengan stok yang cukup dan distribusi lancar, harga bisa lebih stabil.

Bagian dari Program Nasional 100 Gudang

Rencana di Sulselbar ini ternyata nggak sendiri. Ini bagian dari program nasional Perum Bulog yang lebih besar mereka menargetkan pembangunan 100 gudang baru di seluruh Indonesia. Jadi, Sulselbar dapat jatah 11.

Program ini punya tiga sasaran utama:

  • Memperkuat cadangan beras pemerintah
  • Mendukung program swasembada pangan
  • Mengantisipasi krisis pangan global

Dengan tambahan gudang baru, kapasitas penyimpanan nasional diharapkan naik signifikan. Lumayan buat jaga-jaga kalau terjadi sesuatu.

Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Produksi berasnya tinggi. Makanya, wilayah ini jadi penopang penting buat ketersediaan pangan di tingkat nasional.

Karena itu, penguatan infrastruktur seperti gudang penyimpanan jadi langkah krusial. Petani juga diuntungkan hasil panen mereka bisa terserap maksimal, nggak busuk di sawah atau dijual murah karena keterbatasan tempat penyimpanan.

Rencana pembangunan 11 gudang baru oleh Bulog Sulselbar ini memang masih panjang prosesnya. Tapi setidaknya, langkah awal sudah diambil. Studi kelayakan dan uji tanah sedang berjalan.

Kalau semuanya lancar, proyek ini diharapkan bisa segera terealisasi. Dampaknya? Stabilitas pasokan dan harga beras di masa mendatang diharapkan lebih terjaga. Semoga saja.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler