Bahkan Saka mengatakan jika dirinya dipaksa mengakui ikut terlibat dalam aksi pembunuhan Vina.
Saka mengakui jika dirinya terlibat dalam pembunuhan Vina setelah dipaksa serta mengalami penyiksaan hingga diestrum.
Remaja tersebut mengatakan dirinya terpaksa mengaku karena tidak kuat mengalami siksaan yang dilakukan.
Saka menceritakan jika dirinya ditangkap saat mengisi BBM untuk sepeda motor pamannya disebuah SPBU.
Setelah membeli bahan bakar, Saka menjelaskan jika dirinya ingin mengantarkan sepeda motor milik pamannya.
“Saat mau mengantar motor sudah ada polisi, saya niatnya hanya mengantar motor malahan ikut ditangkap juga tanpa penjelasan apapun,” terangnya.
Saka menceritakan bawa sesampainya di Polresta, dirinya langsung dipukuli, disiksa hingga diestrum agar mengakui jika dirinya terlibat dalam pembunuhan Vina.
Remaja yang sempat mendekam dipenjara ini mengatakan bahwa yang menyiksanya anggota Polisi semua dan dirinya tidak mengatahi nama-nama mereka.
Saka megatakan bahwa dirinya tidak mengenal serta tidak pernah mengikuti kelompak geng motor.
Bahkan menurut Saka, bagaimana ikut geng motor karena dirinya sendiri tidak memiliki sepeda motor.
Sumber: disway
Artikel Terkait
Komnas HAM Periksa Polda Metro Terkait Penyerangan Aktivis KontraS
Polisi Pastikan Stok BBM di Bone Normal, Antrian Panjang Disebabkan Kecemasan Warga
Prajurit TNI Gugur dalam Serangan Artileri di Lebanon Selatan
Analis Prediksi Harga BBM Nonsubsidi Berpotensi Naik Rp2.000 per Liter Awal April