Rabu siang (15/4/2026) di Aula SMAN 8 Bone, Awang Tangka, suasana terasa berbeda. Bukan sekadar acara formal biasa. Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, hadir untuk tiga hal sekaligus: meletakkan batu pertama pembangunan panggung kreasi, meluncurkan sebuah buku, dan meresmikan studio podcast baru. Acara yang dihadiri Tripika, keluarga, dan sejumlah undangan ini berlangsung di Kecamatan Kajuara.
Buku yang diluncurkan berjudul “Mengenang Jejak Ahmad Kamal”. Dalam sambutannya, Andi Akmal tak sekedar memberi apresiasi. Ia melihat buku itu sebagai dokumentasi penting, sarat nilai inspiratif yang bisa memotivasi banyak orang.
“Ini bukan cuma bentuk penghormatan,” ujarnya.
“Tapi juga pengingat bahwa jejak kebaikan seseorang akan terus hidup. Selama masih dikenang dan dilanjutkan, ia tetap hadir bersama kita.”
Selain buku, perhatiannya tertuju pada Studio Podcast SMAPAN TV yang baru diresmikan. Menurutnya, ini adalah sarana kreatif yang tepat di era digital. Siswa bisa mengasah bakat, literasi, dan tentu saja, kemampuan komunikasi mereka di sini. Tapi ia mengingatkan, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan wawasan. Tanpa itu, manfaatnya tak akan maksimal untuk masa depan anak muda.
Nah, yang menarik, usai meresmikan, Wabup langsung mencoba fasilitas baru itu. Ia menjadi narasumber perdana di podcast sekolah tersebut. Dengan santai, ia bercerita pengalaman masa sekolah, kisah kebersamaan, dan nilai-nilai yang membentuk karakternya hingga jadi pemimpin seperti sekarang.
“Bagus, ruangannya sudah bagus,” katanya, memberi apresiasi.
“Tinggal bagaimana mengisinya dengan materi yang menarik dan bermanfaat.”
Ia pun memotivasi para pelajar yang hadir. Dulu, katanya, zaman belum secanggih sekarang. Handphone saja belum ada. “Manfaatkan fasilitas ini untuk mengembangkan kreativitas,” pesannya. Di akhir sesi, ia menyelipkan pesan inspiratif yang cukup menggugah: “Cita-cita itu harus diletakkan setinggi langit. Kalau jatuh, kita jatuh di antara bintang-bintang.”
Inovasi studio podcast ini sejalan dengan reputasi SMAN 8 Bone yang dikenal kerap melahirkan tokoh berprestasi. Kebetulan, Andi Akmal Pasluddin sendiri adalah alumnus sekolah ini, angkatan 1993. Kehadirannya seolah menyambung estafet antara masa lalu dan masa depan.
Diharapkan, rangkaian kegiatan ini tak berhenti di seremoni. Tapi jadi pemantik bagi generasi muda untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengabadikan nilai-nilai inspiratif lewat cara yang edukatif. Semangat itu yang ingin dihidupkan.
Artikel Terkait
Polisi Kukar Gagalkan Peredaran 1,5 Kg Sabu, Selamatkan 15.000 Orang dari Jerat Narkoba
Pertamina Tegaskan Pendaftaran Pangkalan LPG 3 Kg Gratis, Sebut Informasi Biaya adalah Hoaks
Pemerintah Buka Rekrutmen 30 Ribu Manajer Koperasi Desa Berstatus Pegawai BUMN
Pemprov Sulsel Godok Mutasi 314 Guru untuk Atasi Ketimpangan Distribusi