Kabupaten Takalar kini mengubah haluan. Strategi pembangunannya tak lagi hanya berfokus ke dalam negeri, tapi mulai membuka mata ke peluang kolaborasi internasional. Caranya? Dengan mengandalkan sektor-sektor unggulan yang mereka miliki.
Baru-baru ini, Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye terbang ke Beijing. Kunjungan resminya ke KBRI di sana punya satu misi utama: menjalin hubungan dan membuka keran investasi dengan mitra-mitra potensial dari China. Ia tak sendirian; Jenny Wijaya, yang menjabat sebagai Liaison Officer khusus untuk hubungan Takalar-China, turut mendampingi.
Di ruang pertemuan KBRI, Bupati Daeng Manye memaparkan sejumlah potensi daerahnya yang siap digarap. Menurutnya, ada beberapa fokus yang sangat menjanjikan.
“Hal ini penting agar sumber daya alam kita memiliki nilai tambah dan mampu menghasilkan produk dengan kualitas yang memenuhi standar pasar internasional,” ujarnya, seperti dikutip dari JawaPos Group.
Ia menegaskan, paradigma pembangunan di Takalar sedang berubah. Tak lagi sekadar mengeksploitasi sumber daya mentah, tapi mengolahnya jadi produk bernilai tinggi. Sektor kelautan dan perikanan, misalnya, disebutnya punya prospek luar biasa.
Artikel Terkait
Wali Kota Makassar Sampaikan LKPJ 2025, Ekonomi Tumbuh 5,3 Persen
Mahfud MD Kritik Inflasi Pengamat Pro dan Kontra Pemerintah
Tiga Warga Sipil Ditembak di Sinak, Papua, TNI-PMI Evakuasi Korban
Wakil Bupati Bone Resmikan Studio Podcast dan Luncurkan Buku di SMA Negeri 8