Di sisi lain, ada sedikit angin segar. Kuota haji untuk Sulsel tahun 2026 ini ternyata meningkat. Jumlah jemaah yang akan diberangkatkan mencapai 9.670 orang, naik dari tahun sebelumnya yang hanya 7.272 orang. Namun begitu, antrean panjang tetap saja menjadi persoalan yang belum terpecahkan bagi banyak calon jemaah.
Pernyataan serupa juga datang dari Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak. Ia menegaskan, tidak ada penerbitan visa haji furoda tahun ini.
"Jadi tahun ini Saudi tidak mengeluarkan visa haji furoda. Jadi yang jelas visa yang legal itu namanya visa haji," ujar Dahnil.
Ia meminta masyarakat untuk benar-benar waspada. Banyak promosi menyesatkan, terutama di media sosial, yang menawarkan keberangkatan haji instan tanpa antrean. Menurutnya, penawaran semacam itu berpotensi besar menjadi modus penipuan atau praktik haji ilegal yang merugikan.
Menyikapi hal ini, pemerintah tak tinggal diam. Rencananya, akan dibentuk Satuan Tugas khusus Pencegahan Haji Ilegal. Tugasnya jelas: mencegah pemberangkatan haji yang menyimpang dari prosedur resmi, bekerja sama dengan aparat penegak hukum. Intinya, semua pihak diminta untuk lebih berhati-hati dan mengikuti jalur yang sah.
Artikel Terkait
Wali Kota Makassar Sampaikan LKPJ 2025, Ekonomi Tumbuh 5,3 Persen
Mahfud MD Kritik Inflasi Pengamat Pro dan Kontra Pemerintah
Tiga Warga Sipil Ditembak di Sinak, Papua, TNI-PMI Evakuasi Korban
Wakil Bupati Bone Resmikan Studio Podcast dan Luncurkan Buku di SMA Negeri 8