Amnesty International: Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Berpola dan Terencana

- Jumat, 10 April 2026 | 16:00 WIB
Amnesty International: Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Berpola dan Terencana

“Ini butuh keberanian, perencanaan, dan kemungkinan akses pada kemampuan intelijen. Tidak mungkin sekadar dendam pribadi,” jelasnya.

Nah, di sinilah persoalan sesungguhnya. Dalam banyak kasus serupa, pelaku di lapangan seringkali cuma ujung tombak. Mereka yang merancang, yang memberi perintah, biasanya tetap bersembunyi dalam bayang-bayang. Usman pun mengingatkan, keberhasilan mengungkap kasus ini tidak boleh berhenti pada penangkapan si penyiram.

“Kalau hanya pelaku lapangan yang dihukum, kejahatan seperti ini akan terus berulang,” katanya.

Ingat saja kasus Munir. Pembunuhan terhadap aktivis HAM itu hingga kini masih gelap, aktor intelektualnya belum tersentuh hukum. Kita tidak boleh mengulangi kegagalan yang sama.

Serangan terhadap Andrie Yunus ini bahkan sudah menyita perhatian dunia. Pejabat HAM PBB, misalnya, telah mengecam dan mendesak pemerintah Indonesia untuk melakukan investigasi yang serius dan menyeluruh. Di tengah tekanan dan kekhawatiran itu, Usman justru mengajak untuk tidak takut.

“Kebebasan itu seperti air. Dibendung sekuat apa pun, dia akan mencari jalan,” ucapnya, penuh keyakinan.

Ajakan untuk bersolidaritas pun diserukan. Kepada sesama aktivis, mahasiswa, akademisi, hingga masyarakat biasa. Mari kawal kasus ini sampai tuntas. Jangan biarkan rasa takut yang menang.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar