Fokus pemerintah saat ini justru ada di tempat lain. Purbaya menegaskan, upaya difokuskan untuk memastikan program-program ekonomi berjalan lancar dan sistem keuangan tetap solid menopang pertumbuhan. Di sisi lain, iklim investasi juga terus dijaga agar kondusif, sementara konsumsi domestik didorong sebagai motor penggerak utama.
Dengan strategi komprehensif itu, sang Menteri tampaknya cukup optimistis. Ia yakin laju ekonomi Indonesia tahun depan bisa bertahan di atas level 5 persen.
Di Seberang, Bank Dunia Khawatirkan Perlambatan
Lantas, apa alasan Bank Dunia sampai memangkas proyeksinya? Dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026, lembaga itu menyebutkan sejumlah kekhawatiran.
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan melambat menjadi 4,7 persen karena hambatan dari kenaikan harga minyak dan sentimen penghindaran risiko," begitu bunyi penjelasan dalam laporan tersebut.
Angka 4,7 persen itu memang terpaut cukup jauh dari capaian 2025 yang diperkirakan mencapai 5,1 persen. Meski memproyeksikan perlambatan untuk tahun depan, Bank Dunia masih melihat secercah harapan. Mereka memperkirakan pertumbuhan akan kembali menguat pada 2027, mencapai sekitar 5,2 persen.
Jadi, ada dua narasi yang bertolak belakang di sini. Satu sisi, pemerintah dengan optimisme dan hitungannya sendiri. Di sisi lain, lembaga internasional dengan analisis risiko dan kehati-hatiannya. Waktu nanti yang akan membuktikan, mana proyeksi yang paling mendekati kenyataan.
Artikel Terkait
Unhas dan KLHK Jalin Kerja Sama Hadapi Perubahan Iklim
Amnesty International: Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Berpola dan Terencana
PSIM Yogyakarta Hadapi PSM Makassar di Stadion Sultan Agung, Susunan Pemain Kedua Tim Diumumkan
Legenda PSM Syamsuddin Umar Khawatirkan Ancaman Degradasi Klub