Kisah Prajurit Ngatijan dan Ilmu Kebal yang Selamatkan Rekan dari Tembakan Belanda di Papua

- Jumat, 10 April 2026 | 05:50 WIB
Kisah Prajurit Ngatijan dan Ilmu Kebal yang Selamatkan Rekan dari Tembakan Belanda di Papua

Pertempuran sengit pun dijalaninya di tengah hutan belantara Papua. Tapi nahas, ketika sedang menebang pohon sagu untuk persediaan makanan, pasukan Belanda menyerang mendadak. Rebo berusaha sembunyi di rawa, tapi gagal. Ia ditangkap bersama beberapa rekannya, termasuk SMU Mengko.

”Saya mendengar ledakan. Lima rekan yang berupaya melarikan diri salah satunya bernama Ngatimun ditembak kepalanya hingga tewas. Sementara empat orang lainnya berhasil melarikan diri. Saya disuruh jalan sambil ditendangi dan terus disiksa,”

tuturnya.

Mereka semua kemudian dibawa ke Kampung Wersar dan dipenjarakan di Teminabuan. Penyiksaan terjadi hampir setiap hari. Rebo bahkan diikat di pohon kelapa semalaman. Puncaknya, suatu sore menjelang Maghrib, tentara Belanda masuk ke sel dengan senjata dan senter.

”Menjelang Maghrib, tentara Belanda datang bawa senter dan pistol masuk ke sel saya lalu menembaki teman-teman saya. Untungnya tidak ada yang mati,”

kata Rebo.

Nyawa mereka selamat, menurut Rebo, berkat perlindungan dari Ngatijan. Konon, prajurit itu punya ilmu kebal yang membuat peluru Belanda hanya menempel di tubuhnya, tidak menembus.

”Teman saya Ngatijan punya aji-aji sakti, kena tembak berteriak aduh-aduh. Tapi peluru tidak tembus cuma menempel saja di tubuh Pak Ngatijan,”

tuturnya.

Setelah kejadian itu, rasa takut mereka pun berkurang. Seperti kata Ngatijan yang ditirukan Rebo,

“Pokoknya wis tenang saja, kita tidak dipateni, disiksa iya.”

Perjuangan dan pengorbanan mereka, dan banyak prajurit PGT lainnya, akhirnya membuahkan hasil. Belanda menyerah. Papua kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Kisah seperti ini, meski sudah puluhan tahun berlalu, tetap menjadi saksi betapa beratnya jalan yang ditempuh untuk mempertahankan kedaulatan.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar