Karena itu, selain patroli dan penyelidikan, Satgas akan menyiapkan hotline pengaduan khusus. Harapannya, respons terhadap laporan masyarakat bisa lebih cepat dan tepat.
Dedi juga menyampaikan imbauan keras kepada publik. Jangan mudah tergiur tawaran haji murah dengan visa abal-abal. “Modus akan terus berkembang. Karena itu kewaspadaan masyarakat menjadi kunci,” ujarnya.
Ia meminta calon jamaah memastikan biro perjalanan mereka berizin resmi. Jika menemui hal mencurigakan, laporkan segera. “Polri akan bertindak tegas demi melindungi masyarakat,” tuturnya.
Tak cuma di dalam negeri, upaya pengamanan akan diperkuat hingga ke Arab Saudi. Polri berencana menempatkan anggotanya di sana. Fungsinya sebagai jembatan komunikasi dengan aparat keamanan setempat, khususnya di Jeddah dan Mekkah.
Di sisi lain, Dahnil Anzar Simanjuntak menekankan aspek lain. Satgas ini juga punya misi menjaga agar biaya haji tidak membebani masyarakat. Ia menegaskan, kenaikan biaya global tak serta-merta dibebankan ke pundak jemaah.
“Negara hadir untuk melindungi jamaah, baik dari sisi keamanan maupun pembiayaan,” pungkas Dahnil. Upaya ini, bagaimanapun, adalah langkah awal. Keberhasilannya sangat bergantung pada sinergi dan kesigapan di lapangan.
Artikel Terkait
Mobil Terperosok Jurang 200 Meter di Enrekang, Satu Tewas
Prakiraan Cuaca Sulsel Jumat: Cerah Berpotensi Hujan Sedang di Sejumlah Kabupaten
Pria di Palopo Meninggal Gantung Diri Usai Tunjukkan Perilaku Mengkhawatirkan
Jenazah Perempuan Ditemukan Mengapung di Sungai Paria Barru, Diduga Korban Tenggelam Saat Cari Kerang